Pentingnya Kemampuan Menulis Jurnal Ilmiah Bagi Calon Dosen

Persaingan lulusan Magister di perguruan tinggi untuk menjadi tenaga pengajar (dosen) pada umumnya melalui seleksi yang ketat. Tidak cukup dengan riwayat akademik (IPK) bagus, namun ternyata juga ada pertimbangan lain untuk diterima sebagai dosen yaitu publikasi karya ilmiah, dalam hal ini adalah artikel jurnal. Lulusan Magister di era modernitas dunia literasi, dituntut membangun produktivitas dalam menghasilkan karya ilmiah. Dalam beberapa kasus, dalam pelaksanaan seleksi calon dosen, ternyata ditemukan yang tidak mempunyai karya tulis ilmiah sama sekali (baca: nol). Fenomena tersebut pada akhirnya menjadi permasalahan serius dan perlu segera dicari solusinya.
Saudara Ali Ridho (ig: @ali_ridho_al) Mahasiswa Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester 3 UIN Sunan Kalijaga mencoba memberikan penekanan pentingnya menulis karya ilmiah berupa artikel jurnal melalui bukunya yang berjudul "Efikasi Diri Dalam Menulis Karya Ilmiah: Menulis Jurnal Ilmiah Bagi Pemula".
Penulis telah berupaya menyajikan beberapa variasi contoh artikel yang diterbitkan di jurnal ojs dan sudah/belum bereputasi dengan beragam model penyajian, tipe analisis dan fokus kajian. Sehingga memberikan perspektif yang luas bagi pembaca tentang keragaman karakteristik naskah jurnal, utamanya dalam bidang terkait sosial-humaniora.
Ali Ridho menggemari dunia menulis saat memulai kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ali (panggilan akrabnya) di samping aktif memberikan training kepenulisan jurnal ilmiah bagi para pemula, saat ini juga sedang menyelasaikan buku ke-2 nya dengan judul: "Politik Kekuasaan dan Konflik Berdarah Dunia Islam: Potret Islam Timur-Tengah" dan direncanakan terbit pada akhir tahun 2019.
Buku yang merupakan representasi kesedihan dan kegelisahan jiwanya terhadap kecambuk dunia Islam yang tidak ada kunjung reda yang telah mengorbankan jutaan jiwa manusia dan puing-puing asap hitam peradaban.