Prodi Manajemen Dakwah Gelar Pembekalan Praktikum Mandiri
Narasumber dan Dekan FDK berswafoto dengan mahasiswa prodi MD
Praktikum Mandiri menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga. Sebagai jembatan antara teori dan praktik di dunia kerja, praktikum ini diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan profesional dan memahami tantangan industri yang akan mereka hadapi.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S., menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman. “Praktikum ini merupakan kesempatan terbaik bagi mahasiswa Manajemen Dakwah untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di kelas ke dalam dunia kerja nyata. Silakan para mahasiswa banyak belajar dari dua narasumber ini,” ujarnya. Jum'at (20/3).
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, Munif Solihan, M.P.A., menyampaikan bahwa tahun ini praktikum mengusung konsep yang lebih fleksibel dan inovatif. “Kegiatan praktikum dengan konsep baru ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai bidang yang relevan dengan minat dan keahlian mereka. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mendapatkan ide-ide segar yang dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka,” jelasnya.
Acara pembekalan ini menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidangnya, yaitu Thantowi Jauhari, S.A.P., M.P.A. dan M. Said Mansyur, S.Sos. Keduanya berbagi wawasan mengenai kesiapan mental dan profesionalisme dalam dunia kerja, serta strategi menghadapi tantangan industri, khususnya di bidang manajemen dakwah dan travel.
Dalam pemaparannya, Thantowi Jauhari menekankan bahwa ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami pentingnya membangun standar mutu pribadi dan berusaha mencapainya dengan penuh dedikasi. Ia menjelaskan bahwa pendekatan dalam pengembangan sumber daya manusia tidak hanya berfokus pada pengetahuan (knowledge), tetapi juga keterampilan (skill) dan sikap (attitude). Praktikum Mandiri diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ketiga aspek tersebut secara langsung di dunia kerja.
Lebih lanjut, ia juga memperkenalkan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action) sebagai metode yang dapat diterapkan mahasiswa dalam menjalani praktikum. Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang baik, evaluasi yang menyeluruh, serta tindak lanjut yang tepat, mahasiswa dapat mengoptimalkan pengalaman praktikum mereka agar lebih bermakna dan bermanfaat. Tak hanya itu, Thantowi juga menyoroti pentingnya soft skills seperti komunikasi, kerja sama, dan membangun jejaring profesional sebagai faktor penting dalam keberhasilan karier di masa depan.
Sementara itu, M. Said Mansyur membahas berbagai tantangan yang dihadapi industri travel saat ini, seperti perubahan tren wisata, persaingan yang semakin ketat, regulasi pemerintah, serta ekspektasi pelanggan yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memahami pasar dan tren industri jika ingin sukses di bidang ini. Dalam sesi tersebut, ia juga membagikan strategi dalam menyusun proposal penawaran bisnis yang efektif, mulai dari riset pasar, penyusunan paket layanan, hingga teknik pemasaran digital yang menarik.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. Salah satu topik yang menarik adalah bagaimana membangun personal branding yang kuat agar dapat bersaing di industri yang kompetitif. M. Said Mansyur menekankan bahwa kredibilitas, keahlian, dan kepribadian yang baik menjadi faktor utama dalam membangun citra profesional yang positif.
Kegiatan pembekalan ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Manajemen Dakwah, khususnya dalam memahami tantangan serta peluang yang ada di dunia kerja. Dengan adanya pembekalan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjalani Praktikum Mandiri dengan lebih percaya diri dan siap memberikan kontribusi nyata di tempat mereka berpraktik. Program Studi Manajemen Dakwah terus berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan agar mereka dapat menjadi lulusan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing di era yang semakin dinamis. (Nif-Kh)