Sejarah Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Sunan Kalijaga

Sejarah dan Perkembangan Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Fakultas Dakwah yang kini (sejak 2013) bernama Fakultas Dakwah dan Komunikasi berdiri pada 30 September 1970, setelah sebelumnya menjadi salah satu jurusan pada Fakultas Ushuluddin. Karena itu, dibanding fakultas agama yang lain di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Dakwah dan Komunikasi merupakan fakultas yang paling muda.

Pada awal berdirinya, Fakultas Dakwah belum memiliki jurusan. Baru pada tahun akademik 1976/1977, fakultas ini membuka dua jurusan, yaitu:

  1. Jurusan al-Milal wan Nihal (Agama-agama dan Mazhab).
  2. Jurusan at-Tabligh wan Nasyr (Penyiaran dan Penerangan).

Dalam perkembangan berikutnya, dua jurusan itu disempurnakan menjadi:

  • Jurusan PPA (Penerangan dan Penyiaran Agama).
  • Jurusan BPM (Bimbingan dan Penyuluhan Masyarakat).

Kedua jurusan tersebut dikembangkan dan diubah namanya menjadi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI). Jurusan terakhir ini kemudian berubah menjadi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).

Seiring dengan perkembangan dan tantangan sosial di masyarakat disertai dengan rasa tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat dalam keharmonisan, kedamaian dan kesejahteraan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengembangkan dua jurusan lagi, yaitu Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Jurusan Manajemen Dakwah (MD).

Perubahan dan pengembangan IAIN menjadi UIN (2004) turut serta mendorong Fakultas Dakwah dan Komunikasi—atas inisiasi dan implementasi program kerjasama McGill University dan Kementerian Agama—untuk membuka program studi baru, yaitu Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), yang baru operasi pada 2009.