Tingkatkan Kualitas Mutu, Prodi Magister KPI adakan Assesment Lapangan BAN-PT

Untuk peningkatan mutu pendidikan di perguruan tinggi Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam melaksanakan proses Assesment Lapangan Akreditasi mutu program studi oleh BAN PT. Acara dimulai dengan pembukaan yang dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Al makin, P. hD., Jajaran pimpinan fakultas, jajaran pimpinan lembaga di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, jajaran pimpinan Fakultas dan Program Studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Acara tersebut juga dihadiri oleh asesor dari BAN-PT yaitu Prof. Dr. Ilyas Supena, M. Ag. dari UIN Walisongo Semarang dan Dr. Yopi Kusmiati, M.Si. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang diselenggarakan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Jum’at (14/6).

Dalam sambutanya, Rektor UIN Sunan Kalijaga menyatakan apresiasinya untuk semua pimpinan di lingkungan UIN Sunan Kalijaga dan khususnya program studi Magister Komunikasi dan Penyiaran islam yang selama ini sudah bekerja keras untuk meningkatkan mutu institusi. Dari data yang didapatkan, selama ini ada peningkatan mutu pada prodi magister komunikasi dan Penyiaran Islam. Diantaranya adalah peningkatan peminat yang mendaftar menjadi mahasiswa baru. selain itu peningkatan juga bisa dilihat dari naiknya kuantitas publiks ilmiah mahasiswa dan dosen.

Rektor juga menyampaikan harapanya agar dari proses asesment lapangan yang dilaksanakan bisa memberikan rekomendasi untuk perbaikan mutu prodi magister KPI ke depan.

Senada dengan harapan rektor, Bu yopi salah satu asesor menyampaikan dalam sambutanya bahwa tujuan kreditasi bukanlah untuk gengsi tapi untuk meningkatkan kualitas mutu program studi. Diharapkan paska proses asesment program studi melakukan pembenahan dan perbaikan yang disesuaikan dengan temuan.

Selaras dengan apa yang disampaikan bu Yopi, pada sesi sambutan terakhir pembukaan asesment lapangan akreditasi prodi magister KPI Prof. Ilyas memaparkan bahwa proses perbaikan dan pembenahan kedepan harus selalu kontinyu dilakukan, hal ini penting jika di kemudian hari terjadi perubahan kebijakan seperti selama ini yang kita hadapi. Kontinuitas terhadap proses perbaikan dan pembenahan akan berdampak pada budaya mutu. Jika budaya mutu sudah kuat, maka perubahan kebijakan seperti apapun kita pasti bisa melaluinya. (Na2ng)