Menyongsong Masa Depan: Mimpi Besar FDK UIN Suka Dalam Restra 2025-2028

Di sebuah ruangan di Hotel Gramm Yogyakarta pada 11-12 November 2024, suasana penuh semangat terpancar dari wajah para dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga. Mereka sedang merumuskan blueprint masa depan fakultas melalui Rencana Strategis (Renstra) periode 2025-2028. Bukan sekadar pertemuan formal, acara ini lebih terasa seperti sebuah pesta intelektual di mana ide-ide segar bertabrakan dan mimpi-mimpi besar dibagikan.

Dosen yang terdiri dari unsur Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi menyusun renstra melalui pemaparan capaian fakultas pada tahun-tahun sebelumnya, diikuti dengan diskusi mendalam untuk menyesuaikan rencana kerja sesuai dengan visi dan misi baru Fakultas serta visi dan misi universitas. Visi Fakultas adalah "Unggul dan Terkemuka dalam Pengembangan Ilmu Dakwah untuk Membangun Kemanusiaan dan Peradaban."

Dr. Utik Bidayati, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberikan materi diskusi hari pertama dengan menyampaikan pentingnya perencanaan yang terukur. Ia menjelaskan bahwa penyusunan Renstra FDK harus didasarkan pada visi dan misi strategis universitas. “Mekanisme penyusunan program dan anggaran harus dimulai dari visi misi. Setelah itu dilakukan evaluasi diri, diikuti dengan analisis gap, hingga terbentuk rencana operasional (Renop) yang pada akhirnya akan menjadi dasar untuk penyusunan anggaran,” paparnya.

Dr. Utik juga menegaskan bahwa setiap program yang akan dijalankan fakultas perlu diprioritaskan untuk memenuhi aspek-aspek yang berhubungan dengan akreditasi. “Prioritas program harus tetap mengacu pada capaian akreditasi dan efisiensi anggaran yang diselaraskan dengan tujuan-tujuan strategis kita,” lanjutnya.

Dalam sesi materi berikutnya, Prof. Dr. Arif Maftuhin, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, menyampaikan pentingnya analisis gap atau kesenjangan dalam kondisi faktual FDK. Ia menyebut bahwa analisis gap ini diperlukan untuk melihat area-area yang harus ditingkatkan oleh masing-masing program studi.

“Kita harus memastikan bahwa gap atau kesenjangan dalam capaian fakultas saat ini menjadi prioritas utama dalam penyusunan rencana ke depan. Kita perlu berfokus pada pendanaan berbasis prioritas, mulai dari program yang wajib, diikuti program yang mendukung akreditasi, dan terakhir program pengembangan,” jelas Prof. Arif.

Menurutnya arif, rencana strategi ini bertujuan agar setiap program studi memiliki dasar yang kuat dalam pengambilan keputusan keuangan serta dalam menentukan kegiatan yang berdampak bagi institusi maupun masyarakat. “FDK memiliki tanggung jawab besar untuk menjadikan lulusan-lulusannya kompeten dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, perencanaan yang sistematis ini tidak hanya penting, tetapi juga mendesak,” ujar Prof. Arif.

Target Peningkatan Publikasi Jurnal dan Kolaborasi

Setelah mendapat materi kunci di hari pertama kegiatan terkait tingkatan program kerja yang akan dilaksanakan untuk kemajuan, pengembangan keilmuan dan program-program strategis yang berdampak langsung pada kualitas pendidikan dan akreditasi di Fakultas, Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, menguraikan pentingnya peningkatan publikasi jurnal oleh dosen dan mahasiswa.

“Publikasi jurnal itu sangat penting, tidak hanya untuk meningkatkan reputasi fakultas, tetapi juga sebagai wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk menyebarkan hasil karya ilmiah yang mereka lakukan,” ungkap Pajar.

Dr. Pajar juga menghimbau para dosen dan mahasiswa untuk berkolaborasi dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang nantinya bisa dipublikasikan dalam bentuk jurnal. “Harapannya, hasil pengabdian masyarakat bisa menghasilkan karya yang dipublikasikan di jurnal ilmiah. Kita juga mendorong agar Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis pada penelitian dosen,” tambahnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kontrol terhadap tingkat Drop Out (DO) mahasiswa agar dapat ditekan seminimal mungkin.

Aktivitas Prodi dalam Publikasi dan Digitalisasi Data

Wakil Dekan Bidang II, Dr. Irsyadunnas, M. Ag., menggarisbawahi pentingnya publikasi dan digitalisasi kegiatan yang dilakukan oleh prodi-prodi di FDK. Ia menyatakan bahwa aktivitas prodi harus diperbarui secara berkala di PDDIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) guna memastikan data terkini tersedia. “Update data di PDDIKTI adalah keharusan. Data yang lengkap dan akurat akan sangat mendukung proses akreditasi kita,” jelas Dr. Irsyadunnas.

Wakil Dekan Bidang III, Dr. Muhsin, memaparkan pentingnya memperbarui data mahasiswa berprestasi dan terus meningkatkan kolaborasi dengan mitra eksternal. Ia menyebutkan bahwa salah satu tantangan utama fakultas saat ini adalah bagaimana memperkuat kerjasama yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga internasional. “Kerjasama dengan mitra eksternal, baik dalam maupun luar negeri, menjadi salah satu target kita ke depan untuk memperluas jangkauan serta manfaat dari program yang dijalankan FDK,” ungkapnya.

Pengembangan Kurikulum dan Peningkatan Mutu Penelitian

Dalam agenda tersebut, fakultas juga menggelar FGD (Focus Group Discussion) bagi setiap prodi untuk merumuskan rencana strategis masing-masing. Salah satu fokus yang dibahas dalam FGD adalah pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan isu-isu sosial terkini. Selain itu, peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian juga menjadi perhatian, agar penelitian yang dihasilkan dapat memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Setelah FGD, masing-masing prodi mempresentasikan hasil diskusi mereka. Beberapa komitmen yang disampaikan antara lain peningkatan kolaborasi dengan lembaga eksternal, perbaikan kurikulum, dan program pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga optimis menjalankan rencana strategis ini untuk mewujudkan visi sebagai pusat studi Islam yang unggul dan terkemuka. Renstra ini bukan hanya sekadar dokumen perencanaan, melainkan sebuah komitmen bersama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Fjr-Kh)