Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal International Bereputasi

Pada 26 November 2019 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan “Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Internasional Bereputasi”. Kegiatan ini dihadari oleh Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., C.A., C.M.A., Akt. Guru Besar dari UIN Raden Intan Lampung. Peserta yang hadir lebih kurang 30 orang dosen tetap Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan untuk mendorong para dosen menulis di jurnal internasional bereputasi. Menulis di jurnal internasional merupakan tantangan yang cukup berat bagi akademisi di era disrupsi saat ini. Pasalnya, banyak rintangan dan tantangan yang menghampiri semua penulis yang hendak menulis di jurnal internasional. Apalagi banyak asumsi yang menganggap jurnal internasional bereputasi khsususnya sudah terindeks scopus menjadi “horor” bagi sebagian orang.
Pelatihan ini ternyata merubah maindset tersebut. “Scopus itu bukan lembaga satu-satunya yang memutuskan layak atau tidaknya sebuah artikel, tapi institusi indexing dunia yang cukup dipercaya saat ini. Jadi, scopus itu bukan untuk ditakuti namun yang menjadi pokok kita, sebagai akademisi harus mampu menulis dengan baik. Menulis adalah salah satu pekerjaan bagi dosen. Dampaknya bukan hanya bagi individu penulis, namun juga kepada institusi pendidikan begitu nyata apalagi jika akan menuju kampus World Class University” tutu Tulus dalam forum pelatihan.
Tantangan terbesar bagi dosen hari ini adalah kenaikan pangkat. Salah satu unsur penting namun sedikit terlupakan adalah menulis. Apalagi kenaikan pangkat dari IV/a menuju IV/c, artinya dari lektor kepala menuju guru besar. Kewajiban menulis artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi banyak dianggap ksusah terutama sebagai sayarat untuk meraih gelar tertinggi dalam akademik, yakni professor. “Saya berharap forum pelatihan ini menjadi titik balik kita semua untuk tetap menulis dan meneliti. Dengan penelitian hingga mampu publish dijurnal internasional adalah sebuah kebanggaan. Jadi, gelar professor itu hanya bonus saja. Intinya, menulis dan menulis. Karena, jangan sampai kita sudah meraih gelar professor tetapi nantinya malah bingung dan tidak menulis lagi” jelas Tulus.
Forum ini mendorong para dosen untuk menulis. Jangan pernah patah arang jika satu atau dua artikel yang dikirimkan ke jurnal internasional bereputasi, lalu reviewer memutuskan untuk ditolak. Terutama proses menulis yang cukup lama, ada yang bertahun-tahun dengan sekian revisi. Namun keputusan akhir malah tertolak. Jadi, inti dari proses menulis artikel ilmiah di jurnal internasional adalah proses yang dilalui oleh semua akademisi.