Sodaqoh Sampah Membawa Berkah

Sejak beroperasi pada 9 Februari 2012, program sodaqoh sampah di Padukuhan Pakem terus mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan tersebut bisa dilihat dari jumlah partisipan yang terus bertambah setiap tahunnya. Dengan melakukan sosialisasi tentang sedekah sampah, pengelolaan lingkungan, serta penataan fasilitas umum dan program-program pemberdayaan lainya, menjadikan Dusun Pakem, Desa Taman Martani, Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman ini diminati wisatawan dari berbagai daerah untuk obyek studi banding sebagai kampung percontohan.

Aziz Muslim, pelopor pengembangan kampung sampah di Dusun Pakem, menyatakan dalam sebuah presentasi di rumah Joglo Dusun Pakem pada hari Minggu (30/09/2018), embrio lahirnya kampung wisata ini berawal dari keresahan warga akibat meluasnya perkembangbiakan nyamuk Anopheles/malaria yang mengakibatkan banyak orang terjangkit penyakit. Penyakit tidak datang begitu saja, indikasi utama wabah nyamuk malaria yang melanda padukuhan pakem adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah. Alhasil, sampah menumpuk di halaman, kebun, sungai, sawah yang mengakibatkan lingkungan kumuh dan sumber penyakit berdatangan. Sehingga dari realitas tersebut munculah ide untuk mengelola sampah dan berkembang menjadi gerakan pengelolaan sampah yang diberi nama sodaqoh sampah.

Realitas ekonomi masyarakat desa yang mayoritas warganya bekerja sebagai petani dan peternak yang jauh dari kata sejahtera membuat Aziz prihatin. Dia mengatakan “cukup saya yang pernah merasakan sakitnya jadi orang miskin, maka orang disekitar saya harus sejahtera”. Pada suatu saat pria yang juga Dosen Jurusan PMI (pengembangan masyarakat Islam) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini dimintai oleh masyarakat memberikan ceramah, tetapi dia menolak dengan alasan “orang ngajinya rajin maka warganya juga harus makmur”. Pada titik tersebut ia mengajak dukuh dan tokoh masyarakat untuk mengelola sampah agar tidak mencemari lingkungan sehingga warganya sehat. Selain itu dia juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa sampah kalau dikelola dengan baik akan memiliki nilai jual yang bisa dijadikan sumber pendanaan untuk kegiatan bersama yang produktif.

Hal tersebut mendapat dukungan dari Tri Suliastono Kepala Dukuh dusun Pakem yang ingin mengembangkan desa dengan prinsip gotong royong warga setempat. Bersama-sama Aziz dan tokoh masyarakat setempat, mereka menggagas program sedekah sampah. Seperti yang diutarakan oleh bapak Slamet, seorang petani dari Dusun Pakem mengungkapkan “berjalannya program sedekah sampah tidak luput dari peran para pemuda dan warga Dusun Pakem. Tanpa kesadaran dan peran masyarakat program sedekah sampah tidak akan berjalan lancar. Kalau hannya bapak dukuh dan tokoh masyarakatnya saja yang bekerja ya kualahan mereka, makanya Gotong royong dan kesungguhan seluruh pihak menjadi poin utamanya.”

Dan akhirnya pada bulan pertama penjualan hasil sedekah sampah mencapai 638 ribu rupiah. Selanjutnya mengalami naik-turun seiring dengan kesadaran masyarakat setempat untuk mengelola sampah secara bijak. Menurut Azis, dari hasil penjualan sodaqoh sampah selain untuk pengelola juga untuk mensejahterakan masayarakat sekitar. Hasil dari penjualan 50% untuk pemuda, 25% untuk pengurus, 25% untuk pemberdayaan masyarakat. Azis Muslim juga menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menbentuk kelompok-kelompok kecil antara lain, catering, kerajinan sampah, perkebunan, kuliner dan pengelolaan wisata sampah yang kesemuanya merupakan usaha bersama dan menghasilkan income tambahan buat warga Dusun Pakem.

Titik Helmi Khoiriyah, anggota kelompok kerajinan sampah memaparkan bahwa dari hasil penjualan sodaqoh sampah dan program-program lain dari pengembangan sodaqoh sampah digunakan untuk membantu warga yang tidak memiliki dana untuk usaha. mereka dapat mengajukan pinjaman tanpa bunga dan baru boleh mengembalikan pinjaman ketika sudah sukses. Alhasil banyak masyarakat yang berhasil menjadi peternak, pemilik toko, pemilik laundry, pendamping wisata dan usaha-usaha kecil lainya.

Melihat partisipasi masyarakat yang aktif dan produktif tersebut menggerakkan Aziz untuk melakukan inovasi baru dengan mendatangkan orang-orang penting pada peresmian wisata kampung wisata sampah. Salah satunya dengan hadirnya Bupati Sleman, Dia berharap bahwa dinas-dinas terkait di bawah kepemimpinan Bupati akan ikut berpartisipasi dengan memberikan bantuan untuk pengembangan Desa. Akhirnya usaha yang telah dilakukan berhasil, terlihat banyak dana bantuan yang masuk yang dapat dikelola sesuai dengan potensi dan kebutuhan warga. Seperti dari dinas pertanian memberikan bantuan tanaman buah yang dalam kelanjutannya nanti diharapkan hasil panen dari tanaman buah tersebut bisa dijadikan media untuk sodaqoh yang dapat menambah income Padukuhan. Selain itu juga bantuan lain dari dinas lingkungan hidup yaitu berupa bantuan tong fermentasi.

Selain itu, instansi-instansi pendidikan juga ikut andil dalam pengembangan padukuhan pakem. Seperti halnya UIN Sunan kalijaga memberikan dana 10jt tiap tahun, Fakultas pertenakan UGM memberikan bantuan ternak kambing, serta UNY dengan bantuan mesin operasional. Serta berbagai instansi yang memberikan bantuan untuk pengembangan dukuh pakem.

Dan akhirnya dari berbagai program pemberdayaan yang sudah dilakukan yang berasal dari pengembangan program sodaqoh sampah telah menghantarkan Dusun Pakem sebagai pemenang dari perlombaan sebagai padukuhan yang berhasil dalam usaha pengelolaan sampah secara mandiri. Selain mendapatkan uang, salah satu hadiahnya adalah alat transportasi Tosa yang digunakan untuk operasional pengangkurtan sampah, pengangkutan catering, dan kegiatan-kegiatan lain di padukuhan. Kini padukuhan pakem telah bersih, nyaman dan sejahtera dengan kesadaran masyarakatnya.

Reporter: Mohamad Hasan As’adi
Penulis: Mohamad Hasan As’adi
Editor: Nanang Mizwar Hasyim

Berita Terkait

Berita Terpopuler