Kaji Pengaruh Sumber Informasi Terhadap Perilaku Kesehatan Masyarakat Saat Covid-19: Abdul Rozak Raih Doktor

Ketika COVID-19 banyak informasi dari berbagai sumber dan media yang tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya yang menyebabkan meningkatkan rasa cemas masyarakat. Sebagian media, kadang menyampaikan informasi secara berlebihan dan cenderung hiper-realitas termasuk dalam bidang kesehatan.

Latar belakang ini yang menjadi kajian Ujian Terbuka Drs. Abdul Rozak M.Pd.pada Promosi Doktor Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret,Rabu (24/1) kemarin.

Abdul Rozak yang juga dosen Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga membawakan judul kajian Pencarian Informasi Dan Determinan Perilaku Kesehatan Pada Pandemi Covid-19 Masyarakat Aglomerasi Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Disertasi tersebut di pandu oleh Promotor Prof. Drs. Pawito, Ph.D dan Co-Promotor Prof. Dr. Mahendra Wijaya, MS dan Dr. Andre N. Rahmanto, M.Si.

Dalam penelitiannya Abdul Rozak menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku kesehatan masyarakat pada pandemi COVID-19, penelitian ini menggunakan teori perilaku berencana (Theory of Planned Behavior) Ajzen dan Fishbein sebagai ancangan utama. Theory of Planned Behavior menjelaskan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh intensi perilaku dan persepsi kendali perilaku. Sedangkan intensi perilaku dipengaruhi oleh sikap personal, norma subyektif, dan persepsi kendali perilaku atau motivasi perilaku. Penulis menambahkan dua faktor baru yang mungkin memiliki pengaruh terhadap perilaku pengendalian COVID-19 yaitu religiusitas dan pencarian informasi.

Studi ini menunjukkan faktor religiusitas dan intensi perilaku memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku kesehatan pada Pandemi COVID-19. Sekaligus menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut, intensi perilaku dan religiusitas, layak untuk dipertimbangkan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap perilaku kesehatan. “Di sisi lain, studi ini juga menunjukkan bahwa pencarian informasi walaupun berpengaruh secara positif namun tidak signifikan terhadap perilaku kesehatan pada Pandemi COVID-19,” kata Rozak.

Temuan-temuan studi tersebut secara teoritis berimplikasi bahwa selain sikap personal, norma subyektif, dan persepsi kendali perilaku atau motivasi perilaku kesehatan sebagaimana asumsi teori perilaku berencana dan model informasi motivasi ketrampilan perilaku, religiusitas harus dipertimbangkan sebagai variabel yang dapat berpengaruh terhadap perilaku kesehatan masyarakat.

Selain itu hasil penelitian juga memiliki implikasi praktis berupa pentingnya penguatan di bidang komunikasi dan informasi di tingkat kelurahan untuk memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sebagai alternatif informasi yang bersumber dari media-media lainnya. (Kh)