Menumbuhkan Minat Mahasiswa FDK Ikuti Program Pendidikan Ke Luar Negeri
Peserta kegiatan International Student Buddy Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Banyak manfaat yang bisa didapat mahasiswa dengan mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri. Saat ini, ada banyak program pertukaran pelajar atau beasiswa ke luar negeri, baik dari pemerintah atau lembaga luar negeri yang menyediakan beasiswa. Selain prospek kerja yang lebih luas dan terjamin, pengalaman ini dapat memberikan pengetahuan baru, memperluas pandangan akan dunia dan membuka pintu untuk kesempatan yang luas di masa depan.
Untuk menumbuhkan minat mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga menempuh pendidikan di luar negeri International Student Buddy Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengadakan pertemuan dan on-boarding dengan tema “Breaking Stereotype: Diverse Experiences to International Exposure”. Kegiatan diikuti oleh anggota Buddy Fakulutas Dakwah dan Komunikasi di Jogjlo Kopi, Selasa (25/6).
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Dakwah dan KomunikasiDr. Pajar Hatma Indra Jaya, M.Si mengapresiasi kegiatan ini dan berpesan untuk bisa bisa berkembang. Sesama mahasiswa untuk saling bercerita pengalaman dan tantangan untuk mengikuti program yang diselenggarakan di luar negeri. "Saling bertukar informasi,semoga menjadi amal bagi temen-temen semua". kata Pajar.
Ketua Buddy FDK Nadhira mengatakan cara ini bertujuan untuk memupuk keakraban serta memberi ruang diskusi untuk saling berjejaring dan mempelajari setiap divisi di dalam Internatioanl Student Budyy. Selain itu memberi gambaran bagaimana cara mengikuti progam-program beasiswa pendidikan ke luar negeri.
“Harapannya dapat menjawab kebinguangn dari anggota Buddy FDK yang masih ragu untuk unjuk diri melalui program-program ke luara negeri. Dan memahami lebih dalam tentang pengalaman pertukaran pelajar, baik dari sisi manfaat, tantangan, maupun persiapan yang dibutuhkan.” kata Nadhira.
Acara ini menampilkan sesi tanya jawab khusus pertukaran pelajar dengan Putri Sekar Giri Fatimah dan Millenia Rizki Ramadita dari Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Putri Sekar Giri Fatimah merupakan awardee MOSMA 2023 di Buffalo University, Amerika Serikat, sedangkan Millenia Rizki merupakan Awarde Global Undergraduate exchaeng tahun 2022 di Utah Tech University, Amerika Serikat.
Millenia Rizki Ramadita menjelaskan program pertukaran pelajar yang diikuti adalah Global UGRAD. Merupakan program pertukaran untuk mahasiswa S1/D4 yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa di Indonesia. Program ini full dibiayai oleh AMINEF yang bekerjasama dengan Department of State of United State.
”Jadi mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun, mulai dari toefl IBT, pembuatan visa, tiket pulang dan pergi, biaya hidup dan apartemen semua ditanggung oleh mereka.” kata Miki panggilan akrab Millenia Rizki Ramadita.
Ia menambahkan Amerika adalah negara multikultural, isu diskriminasi ras sangat kental di sana. Mengalami diskriminasi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun masyarakat Amerika sebenarnya sudah biasa hidup dengan perbedaan, mereka lebih toleran dengan perempuan berhijab.
Miki berpesan untuk mengikuti program luar negeri dengan rajin riset mengenai program pertukaran pelajar yang bisa diikuti, mempersiapkan English Proficiency Test resmi seperti Toefl ITP, DET, IELTS dengan baik agar mencapai skor yang memuaskan, dan mencoba untuk memenuhi semua berkas yang dibutuhkan beasiswa.
“Teruslah mencoba, karena FDK di mata Amerika itu unik. Bisa jadi nilai jual kita di sana, karena jurusan dan mata kuliaj kita di sini banyak yg tidak ada di Amerika. Terus berusaha karena tidak ada yang tidak mungkin kalau terus mencoba.” ucap Miki.
Putri Sekar Giri Fatimah memaparkan program yang telah dilaksanakan merupakan program baru Kemenag dikhususkan untuk pertukaran pelajar selama 1 semester di luar negeri yang bisa diikuti oleh mahasiswa on-going S1 hingga S3 dibawah naungan Perguruan Tinggi Kementrian Agama RI. “Dalam proses seleksinya, panitia memilih para calon penerima beasiswa yang sesuai dengan visi dan misi program. “ papar Sekar.
Menurut Sekar, apakah harus menjadi mahasiswa yang pintar akademik maupun non akademik? Jawabannya kembali lagi kepada setiap peserta yang memiliki keunikan masing-masing dan tentunya tidak harus menjadi mahasiswa yang memiliki segudang prestasi. Namun, panitia MOSMA sendiri menegaskan bahwa semua mahasiswa yang berkuliah dibawah naungan Kemenag bisa mendaftar dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh penyelenggara beasiswa, peserta pasti lolos.
Sekar juga menyampaikan bahwa setiap anggota Buddy FDK bisa lolos semua jenis program pertukaran pelajar ada dengan giat mencoba dan riset lebih dalam tentang beasiswa yang dituju. Walaupun prosesnya panjang, melelahkan, dan melewati banyak kegagalan sebelum berhasil memetik hasil manis dengan mendapatkan program yang diinginkan. (Kh)