Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Siapkan Calon Jurnalis, Broadcaster dan Sinematografer

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta siap menghasilkan lulusan-lulusan yang nantinya bisa mengembangkan dirinya sebagai jurnalis, broadcaster dan sinematografer. Dan, para lulusan juga disiapkan untuk menjadi sarjana yang siap bersaing serta mampu menghadapi serunya tantangan kerja di era 4.0 sekarang ini.
Sebagai rangkaian langkah mempersiapkan diri untuk menghasilkan calon-calon jurnalis, broadcaster dan sinematografer yang berkualitas, Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Workshop Review Kurikulum Berbasis KKNI selama dua hari (29 dan 30 Juli 2019) di Hotel Safira, Magelang. Pemateri dalam workshop itu DR Andre Rahmanto yang Ketua Program Magister Komunikasi FISIP UNS Solo dan Prof. Sutrisno, Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga.
Menurut Ketua Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, DR. Musthofa Djarwadi, workshop review kurikulum itu telah berhasil menyusun sejumlah bahan kajian yang akan digunakan dalam mempersiapkan sarjana-sarjana calon jurnalis, broadcaster dan sinematografer tersebut.
“Dan, para calon jurnalis, broadcaster serta sinematografer yang disiapkan KPI UIN Sunan Kalijaga itu diharapkan memiliki nilai lebih dibanding lulusan komunikasi perguruan tinggi lainnya. Karena mereka disiapkan sebagai calon-calon jurnalis atau wartawan, broadcaster dan sinematografer yang dalam kerja profesi maupun kerja kreatifnya mampu menyampaikan pesan-pesan dakwah yang transformatif. Khususnya pesan-pesan dakwah yang mencerahkan, menghormati dan menjunjung tinggi keberagaman. Pesan-pesan dakwah yang damai dan menyejukkan,” ujar DR Musthofa.
Dua Konsentrasi
Dikemukakan, DR Musthofa, Prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN sunan Kalijaga sekarang ini memiliki konsentrasi Jurnalistik dan konsentrasi Broadcasting. Karenanya materi-materi perkuliahan selama ini banyak berkaitan dengan kedua konsentrasi tersebut. Untuk konsentrasi Jurnalistik di antaranya, Jurnalistik Investigatif, Jurnalistik Cetak, Jurnalistik Online, Hukum dan Etika Jurnalistik, Manajemen Redaksi, Fotografi Jurnalistik, Reportase Media Cetak, Analisis Media Cetak, dan lain-lainnya.
Sedang untuk konsentrasi Broadcasting, lanjutnya, ada mata kuliah Sinematografi, Teknik Editing, Jurnalistik Penyiaran, Majanemen Siaran, Hukum dan Etika Penyiaran, Reportase media penyiaran, Produksi Acara Siaran, dan sejumlah mata kuliah lainnya lagi. *** (Sutirman Eka Ardhana)