Pantau Studi S3, Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga Undang Dosen Tugas Belajar
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi mendengarkan arahan Dekan FDK
Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus mendorong peningkatan kualitas akademik para dosennya melalui studi lanjut. Kamis (30/1), Dekan FDK mengundang para dosen yang tengah menempuh studi doktoral (S3) untuk melakukan pemantauan progres akademik. Pertemuan ini bertujuan mengidentifikasi tantangan studi, memperkirakan waktu penyelesaian, serta memastikan relevansi bidang studi dengan kebutuhan institusi.
Saat ini, dari total 87 dosen yang mengajar di Fakultas Dakwah, sebanyak 24 orang tengah melanjutkan pendidikan doktoral, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Menariknya, sebagian besar dari mereka tetap aktif mengajar, sehingga harus menghadapi tantangan beban kerja ganda.
Tantangan Studi S3: Mengajar Sambil Meneliti
Dekan FDK Prof. Dr. Arif Maftuhin, MA, menyoroti bahwa kombinasi antara tanggung jawab mengajar dan tuntutan akademik dalam studi doktoral bisa menjadi beban berat.
"S3 itu sulit, dan kalau harus disertai dengan pekerjaan mengajar, tentu jauh lebih sulit. Prosesnya menuntut ketekunan dalam penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan teori, yang tidak bisa dilakukan setengah-setengah," ujar Arif Maftuhin.
Tidak hanya itu, sebagian besar dosen yang tengah melanjutkan studi juga membiayai sendiri pendidikan mereka tanpa bantuan beasiswa. Faktor ekonomi ini menjadi tantangan tersendiri.
"Kita perlu memikirkan bagaimana merancang skema bantuan yang bisa membantu studi teman-teman dosen ini. Jika mereka bisa fokus, penyelesaian studi akan lebih cepat dan hasilnya lebih optimal bagi institusi," tambahnya.
Relevansi Studi dengan Kebutuhan Fakultas
Selain tantangan akademik dan finansial, pertemuan ini juga menyoroti relevansi bidang studi yang diambil dosen dengan kebutuhan fakultas dan program studi masing-masing. Dalam beberapa kasus, dosen mengambil program doktoral yang tidak sepenuhnya sejalan dengan disiplin ilmu yang mereka tekuni sebelumnya.
"Ada dosen yang menempuh studi di bidang yang berbeda dari keilmuan di prodi tempat mereka mengajar. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi prodi dalam menyesuaikan tenaga pengajarnya dan juga bagi dosen itu sendiri dalam pengembangan karier akademiknya ke depan," jelas Dekan.
Dengan pemantauan ini, fakultas berharap dapat memastikan bahwa investasi dalam pendidikan doktoral dosen berdampak positif bagi pengembangan akademik institusi. Selain itu, upaya ini juga bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing fakultas di tingkat nasional maupun internasional.
Investasi SDM untuk Masa Depan Akademik
Pendidikan doktoral bagi dosen merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas akademik dan penelitian di perguruan tinggi. Di era kompetisi global, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk memiliki tenaga pengajar yang tidak hanya unggul dalam mengajar, tetapi juga produktif dalam penelitian dan publikasi ilmiah.
Beberapa universitas di Indonesia telah menerapkan kebijakan khusus untuk mendukung studi lanjut dosen, seperti program beasiswa, pengurangan beban kerja selama studi, hingga skema bantuan penelitian. Model seperti ini menjadi contoh yang bisa diadaptasi agar lebih banyak dosen dapat menyelesaikan studi doktoralnya dengan hasil maksimal.
Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga menegaskan bahwa fakultas akan terus berupaya mencari solusi terbaik agar proses studi lanjut para dosen berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi institusi maupun mahasiswa.(arf-kh)