KUATKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR, PRODI PMI FDK UIN SUNAN KALIJAGA SIAP JADI PELOPOR PENGEMBANGAN MASYARAKAT SAAT PANDEMI COVID-19

Pengembangan masyarakat menuju masyarakat yang digambarkan dalam al Quran “baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur” adalah merupakan dambaan setiap masyarakat yang menjadikan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

Gagasan kampus merdeka sudah ada sejak sebelum pandemi, merupakan gagasan yang brilian dari mas Menteri (Nadiem Makariem-Red) setelah melihat realitas pentingnya melakukan perombakan dan inovasi dalam bidang Pendidikan, tak terkecuali Pendidikan Tinggi Islam. Pandanga tersebut berimplikasi tepada semua aspek kehidupan kampus baik pada aspek perencanaan pengelolaan maupun pada model pembelajarannya.

Dalam bagian lain, Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Arskal Salim, MA. mengemukakan bahwa agar lulusan Prodi PMI bisa kompetitif, maka kurikulum Prodi PMI FDK harus dipersiapkan untuk mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman, memastikan adanya LINK & MATCH, tidak hanya dalam dunia kerja, akan tetapi yang lebih penting dari semua itu adalah dengan masa depan yang berubah dengan cepat. HAL INI DISAMPAIKAN PADA SEMINAR NASIONAL “KAMPUS MERDEKA DAN PROSPEK ALUMNI PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM, yang diselenggarakan oleh Prodi PMI Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta tanggal 19 Agustus 2020 secara Webinar.

Pada bagian lain beliau mencontohkan beberapa kegiatan yang harus dilakukan di Prodi PMI FDK yang tepat untuk merespon kampus merdeka. Program-program yang memang sangat tepat bagi Prodi PMI dalam kampus merdeka ini karena sangat dekat sekali dengan keilmuan dan konsern prodi ini. Seperti halnya ada 8 program kampus merdeka yaitu magang, proyek desa, mahasiswa mengajar, pertukaran mahasiswa, mahasiswa melakukan riset, program wirausaha, partisipasi dan program kemanusiaan, proyek desa wisata, yang semuanya itu adalah merupakan lahan dari Prodi PMI, dan sangat prospek bagi alumni PMI.

Pada bagian akhir dari apa yang disampaikan Prof. Dr. Arskal Salim, MA. adalah mengharapkan agar rancangan kurikulum yang harus dikuatkan oleh Prodi PMI FDK adalah bagaimana agar mahasiswa memiliki kemampuan dasar agama yang kuat seperti yang ada dalam kurikulum penciri Universitas, kemampuan dasar, kemampuan komunikasi, kemampuan TI, kemampuan bahasa sehingga alumni Prodi PMI FDK bisa menjawab tantangan global dan mampu membangun masyarakat Indonesia.