Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), Harus Menjadi Kemampuan Wajib dan Dasar Bagi Dosen FDK UIN SUKA

InformationTechnology(IT),Operational Technology(OT),Internet of Things(IoT),harus menjadi kemampuan wajib dan dasar bagi dosen FDK UIN SUKA. Demikian disampaikan oleh Dekan FDK, Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pddalam pembukaan acara Training of Trainer Pembelajaran Daring Dan Kecerdasan Digital Bagi Dosen UIN Sunan Kalijagayang dilaksanakan oleh Pusat Studi Kecerdasan Digital (PSKD) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijagabekerjasama dengan KemenkominfoRI yang dilaksanakan 14-15 September 2020 via zoom.

Prof. Marhumah mengatakan acara ini sangat penting karena kita saat ini sedang mempersiapkan hal yang sangat besar yakni untuk UIN/IAIN dan STAIN secara keseluruhan, bagaimana teknis proses pembelajaran di masa pandemi ini, hal-hal yang terkait dengan sistem informasi, regulasi dan lain-lain. Ada tantangan yang sangat besar bagi civitas akademika UIN, yakni untuk pemanfaatan teknologi informasi dalam aktivitas perkuliahan jarak jauh. Salah satunya, civitas akademika belum terbiasa menggunakan sistem pembelajaran yang bersifat blended dan sepenuhnya online.Adapun manfaat dari penggunaanPJJ (pembelajaran jarak jauh) atau pembelajaran e-learningdan jugablended learningdalam dunia pendidikan saat ini adalahmemberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Mahasiswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan,e-learningbisa dilakukan dari mana saja oleh yang memiliki akses ke internet.

Selain itu, Dekan FDK juga menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatanTOT (Training of Trainer) untuk Pembelajaran Daring dan Kecerdasan Digitalyaituuntuk memberikan pelatihan kepada para dosen untuk mendapatkan informasi lebih mendalam tentang pembelajaran daring dan platformnya yang sudah dicanangkan oleh kominfo.Tidak hanya itu,tetapi juga terkait dengan penggunaan identitas digital, keseimbangan penggunaan digital, kesadaran dan dampak dari perilaku digital, pengetahuan tentang keamanan harta bendadigital, jejak digital, empati, media literasi, dan juga privasi digital.Pentingnya hal di atas, agar kita tidak tertinggal dari negara-negara lain yang dalam catatannya memang sangat jauh sekali.LaporanWorld Economic Forum2018 memaparkan Indonesia masih memiliki banyak tantangan dalam menapak Revolusi Industri 4.0. Dari aspek kesiapan teknologi, Indonesia pada peringkat 80 dari 137 negara Sementara, secara global laporan dariMcKinsey Global Institute(2017) memprediksi pada tahun 2030 efek dari digitalisasi ini akan ada sebanyak 800 juta pekerjaan di seluruh dunia akan hilang akibat otomatisasi.

Terakhir, Prof. Marhumah mengucapkan terima kasih kepada Kemenkominfo RI yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga ke depannya, Kemenkominfo RI akan tetap menggandeng FDK untuk kegiatan seperti ini maupun kegiatan- kegiatan yang lain.