Berkat Ketekunan, Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Juara Lomba Essay Justicia Tingkat Nasional

Ketekunan dan pantang menyerah kunci kesuksesan dalam meraih kemenangan. Itu tergambar dalam seorang mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Modhofir Yusuf Saifulloh yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat Nasional dan meraih Juara 1 lomba Essay Justicia yang diadakan pada 25 Februari 2021 oleh Dema Fakultas Syariah IAIN Ponorogo.
Perlombaan ini dilaksanakan secara daring dari semua naskah yang diterima panitia diseleksi dan diambil 10 besar dengan kriteria tertentu. Kemudian peserta yang masuk 10 besar mempresentasikan gagasannya, setelah itu dewan juri memilih 3 perserta terbaik terkait kesesuaian tema, gagasan yang ditawarkan dan orisinalitasnya.

Modhofir mengatakan dalam lomba essay ini panitia memberikan dua tema besar untuk dipilih yaitu tema pertama "Agama dan Politik Identitas" tema kedua "Polemik Vaksinasi Covid -19". Untuk tema yang saya pilih yaitu agama dan politik identitas, dimana saya membahas terkait dengan efek dampak jangka panjang jika agama dan politik identitas ini mendominasi di negara demokrasi.

Mudhofir menjelaskan persiapannya mengikuti lomba menulis essay dengan memahami dulu tema besarnya setelah itu mencoba mencari referensi dari jurnal jurnal hukum supaya lebih paham yang akan dbawakan di essay tersebut. Selain itu juga meminta pendapat dan saran kepada teman dari Fakultas hukum. “Dari literatur dan bertanya-tanya kepada orang yang paham Saya mencoba merumuskan masalah dan mulai menulis essay” kata Modhofir.
Menurutnya untuk berprestasi tidak harus menunggu momennya, asalkan punya keinginan yang kuat dan lakukan. “ Saya ingin menantang diri sendiri untuk ikut essay yang notabenenya bukan dari disiplin ilmu saya. Di samping itu saya juga ingin mengembangkan potensi dan ingin belajar lebih lagi terkait dengan kepenulisan makanya salah satunya untuk semakin mengasah keterampilan menulis ya dengan mengikuti event-event lomba. “ ucap Modhofir.

Ketika karyanya masuk 10 besar dan berhasil mempresentasikan dengan baik dan komunikatif, Mudhofir tidak mengira dihubungi panitia kalau masuk 3 besar. “Nggak nyangka dihubungi panitia kalau ternyata lolos 3 besar karena saya melihat pesaing yang lain berasal dari Universitas ternama dan juga bagus-bagus.” Kata Modhofir.

Modhofir berpesan secara umum untuk ikut lomba karya tulis harus ada ketajaman gagasan, kesesuaian dengan tema yang diangkat, nilai plagiasi, saran dan solusi yang jelas, tatanan bahasa dan tanda baca penyusunan kalimat. Mungkin buat temen-temen untuk berani mengasah potensi dan keterampilan yang dimiliki. Nggak usah minder dulu dan rendah diri yang penting sudah mencoba dan berusaha, dan jika gagal harus terus mencoba lagi. (khabib)