Studium Generale Mahasiswa Baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi: Cerdas Bermedia Sosial, Jembatan Masa Depan

Alois Wisnuhardana, tenaga ahli madya Kantor Staf Presiden RI menyampaikan materi CERDAS BERMEDIA SOSIAL, JEMBATAN MASA DEPAN pada Studium Generale mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 24 September 2018. Wisnuhardana mengatakan bahwa akun media sosial Anda akan menjadi passport baru untuk masuk dunia global.

Saat ini, banyak perusahaan yang sudah memanfaatkan media sosial dalam hal rekrutmen karyawan. Mereka juga mengecek akun media sosial para pelamar untuk mendapatkan bakat yang tepat dan terbaik untuk posisi yang dilamar. Sehingga generasi muda sebaiknya harus cerdas dalam bermedsos, karena bisa jadi akan sangat mempengaruhi masa depannya saat masuk ke dunia kerja, karena perusahaan akan menerima atau menolak, salah satunya setelah mengecek konten media sosialnya. Atau bahkan sebaliknya, perusahaan akan melamar Anda setelah membaca konten-konten media sosial Anda, tanpa harus bersusah payah, Anda melamar kerja.

Wisnuhardana mengutip pesan dari Presiden RI, Joko Widodo bahwa ada dua hal yang harus diposting di media sosial yaitu konten yang optimis dan konten yang positif. Selain itu, perhatikan juga tiga rules berikut ini saat posting konten ke media sosial. Satu, postinglah kalau itu benar. Kedua, postinglah kalau itu bermanfaat. Ketiga, postinglah kalau itu tidak menyakiti orang lain. Jika ketiga hal tersebut tidak terpenuhi, maka jangan sekali-kali posting ke media sosial, karena justru nantinya akan merugikan diri Anda sendiri. Satu lagi yang tak kalah penting adalah hindari memposting ke media sosial ketika sedang emosi atau marah, karena pasti yang Anda posting bukan hal positif.

Selanjutnya, Wisnuhardana menyampaikan bahwa ada 6 tipe HOAX dan berita palsu (fake news) yaitu clickbait, satire (sindiran), mislead (menyesatkan), propaganda, conspiracy theory (teori konspirasi), dan out of context. Clickbaitadalah sebuah judul dari gambar, video, artikel atau konten lainnya yang memiliki ciri – ciri tertentu. Adapun ciri – ciri tersebut adalah persuasif, bisa merujuk ke arah provokatif, tidak bisa ditebak,eye catching, serta menarik. Misalnya saja, jika sebuah judul umum berbunyi: “Review Lagu Asal Kau Bahagia”, maka judul clickbait-nya akan berbunyi: “Orang Korea Mau Kejang Mendengar Lagu Indonesia Asal Kau Bahagia”. Dengan kedua judul di atas, jelas paranetizen akan membuka judul yang kedua meskipun konten kedua situs sama. Selain itu, konten yang harus diwaspadai adalah yang mengandung pesan kebencian, kemarahan. Inilah tipe-tipe konten yang harus menjadi perhatian generasi muda, agar tidak ikut serta mem-viralkan.

Hal lainnya yang harus diperhatikan oleh generasi muda saat membuat konten media sosial adalah bahwa umumnya orang menggunakan media sosial untuk tujuan hiburan, mempersuasi (membujuk), memprovokasi, memberikan pencerahan, menyentuh dan disampaikan dengan gaya story telling yang menarik. Oleh karena itu, peran generasi muda untuk menangkal HOAX dan berita palsu sangat dibutuhkan saat ini, yaitu dengan membuat konten yang optimis dan positif. (Euis M)