Seminar Nasional Dakwah Santun Bersama Menko Polhukam RI

Menko Polhukam RI, Mahfud MD pada acara Seminar Nasional Dakwah Santun
Posisi bangsa dan negara Indonesia dalam syariah Islam sudah jelas. Negara Indonesia lahir atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa. Negara Indonesia didirikan oleh para ulama dan para tokoh bangsa, demikian disampaikan oleh Menko Polhukam RI, Mahfud MD pada acara Seminar Nasional Dakwah Santun: Memperkuat Ketahanan dan Keamanan Bangsa yang diadakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 2 Februari 2021.
Mahfud MD mengatakan, dakwah di Indonesia harus dilakukan secara santun sebagai bagian dari perintah berdakwah yang paling utama yaitu hikmah. Hikmah maksudnya tahu situasi, tahu cara, dan menimbulkan kebaikan.
Saat melakukan dakwah Islam, harus memegang 3 prinsip di dalam negara Indonesia berikut ini:
1. Negara Kesatuan Republik Indonesia itu adalah negara inklusif bangsanya. Bersatu di dalam keberbedaan. Banyak suku, banyak ras, banyak agama tetapi bersatu di dalam kesepakatan. Dakwah itu harus membangun masyarakat madani, masyarakat yang beradab dan toleran terhadap perbedaan. Islam berkembang sampai 1/4 warga dunia dengan cara dakwah yang damai.
2. Negara Kesatuan Republik Indonesia bertumpu pada demokrasi. Dakwah harus masuk dengan cara-cara demokrasi.
3. Penegakan hukum, agar negara ini kuat.
Terakhir, Menko Polhukam menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia mendorong agar para da’i melakukan dakwah secara santun, sehingga Islam dirasakan sebagai Islam yang ramah, bukan Islam yang marah. Islam yang santun, toleran, terbuka dan jangan terpancing olah hoaks.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil. Al-Makin, M.A., menyampaikan isi buku The New Demagogues: Religion, Masculinity and the Populist Epoch, karya Joshua M. Roose yang membahas tentang bangkitnya populisme yaitu menggunakan agama sebagai alat untuk menjadi populer terutama di Amerika dan negara-negara muslim.
Ada 5 Hal yang disampaikan Rektor UIN Sunan Kalijaga, yaitu:
1. Agama
Topik sentimen keagamaan sangat diminati di Indonesia. Peran agama di Indonesia sangat penting baik di publik, pendidikan maupun secara sosial.
2. Science atau ilmu pengetahuan
Topik yang tidak populer, tidak mendapatkan porsi dari masyarakat Indonesia. Tertutupi oleh sentimen keagamaan, karena science tidak bisa dijadikan alat politik.
3. Sejarah
Pelajaran sejarah di Indonesia dimulai dengan faktor keagamaan.
4. Inter-religion atau antar agama
Ada 6 agama yang diakui pemerintah Indonesia, tapi kalau kelompok keagamaan lebih banyak lagi. Berdasarkan hasil penelitian ICRS, kelompok keagamaan di Indonesia mencapai 1300. Konflik antar agama, inter agama dan keagamaan sangat sensitif di Indonesia.
5. Dakwah
Dakwah Islam di Indonesia kebanyakan membahas sentimen agama. Sedangkan yang membahas science, sejarah dan hubungan antar agama sedikit sekali. Dakwah Islam di Indonesia mono spirituality. Medsos kita penuh dengan sentimen keagamaan. Inilah yang harus menjadi perhatian bersama.
Dekan FDK, Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd., menyampaikan bahwa acara ini diadakan karena saat ini semakin banyak benturan agama dengan budaya juga negara yang dishare terus menerus di media online, sehingga mempengaruhi masyarakat.
Pembahasan selengkapnya bisa disimak pada link berikut ini: Seminar Nasional Dakwah Santun Bersama Mahfud MD - YouTube