Pemberdayaan Masyarakat Wujudkan Masyarakat Indonesia Mandiri dan Sejahtera

Kesempatan untuk tumbuh dan memiliki hidup yang lebih baik merupakan hak setiap orang. Meski begitu, rendahnya kualitas hidup masyarakat Indonesia masih menjadi masalah besar hingga saat ini. Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat salah satunya lewat berbagai program pemberdayaan itulah yang sedang gencar dilakukan oleh banyak pihak baik pemerintah, komunitas dan perusahaan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si. menuturkan pemberdayaan masyarakat bertumpu pada tiga kekuatan baik dari segi nasional atau lokal yakni pemberdayaan masyarakat yang digerakkan oleh negara, civil society, dan market pasar.

“Namun pemberdayaan masyarakat tanpa spirit, jiwa atau tanpa orientasi yang kuat akan bahaya bisa disorientasi dan terjebak pada praktek pemenuhan kapitalisasi.” tutur Rozaki saat memberi materi pada Seminar Nasional bertema “Peran Pemberdayaan Masyarakat dalam Menyongsong Bonus Demografi Indonesia” yang diselenggarakan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kamis (20/10) kemarin.

Menurut Rozaki perlunya spirit risalah nabi dalam konteks pemberdayaan masyarakat agar mempunyai oreintasi kuat, meliputi tiga aspek pertama aspek transendensi yang merupakan revolusi taukhid. Kedua aspek humanis dengan mengedepankan akhlak sebagai kunci bermasyarakat, dan ketiga aspek liberasi dengan membangun ekonomi yang berkeadilan. “Jika spirit ini diterapkan, kedepan di tingkat global Islam Indonesia menjadi inspirasi di dunia dibanding kawasan islam yang lain karena punya sosial kapital yang kuat, adanya akhlak yang damai yang luar biasa, dan kepemimpinan yang demokrasi.” kata Rozaki.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bonus demografi sebuah keberuntungan jika bisa merawat dengan baik. Karena merupakan keuntungan bagi kita baik salah satunya dari aspek usia. Usia produktif inilah yang harus dikembangkan dan dilakukan kita semua agar bisa di manfaatkan dengan baik, dan bagaimana caranya untuk meningkatkan kualitannya.

“Saya berharap dari kegiatan ini Prodi Pengembangan Masyarakat Islam dan mahasiswanya bisa mengambil peran dalam penguatan masyarakat. Mahasiswa sudah punya gambaran apa pekerjaan dimasa depan, mulai sekarang tanamkan pikiran, itikad kita untuk bisa menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat islam di masa akan depan”. kata Marhumah.

Sementara itu Kepala desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro menyatakan desa punya komoditas yang diperebutkan warga kota yakni udara bersih, air bersih yang melimpah dan pangan yang sehat. Maka untuk menjadikan desa sebagai basis kemandirian bangsa ada empat infrastruktur yang harus diperbaiki meliputi bidang ekonomi, politik, sosial dan teknologi.

Lebih lanjut Wahyudi menjelaskan infrastruktur ekonomi meliputi perbaikan kelembagaan ekonomi desa dan entrepreneurship desa, infrastruktur politik adanya perbaikan kapasitas politik dan kempemimpinan serta kapasitas proses dan birokrasi, infrastruktur sosial perbaikan untuk restorasi sosial dan keberdayaan sosial, dan infrastruktur teknologi dengan perbaikan pada sistem data dan informasi desa serta kapasitas datakrasi.

Riyan Agus Prasetyo CSR PLTU Jepara menjelaskan kewajiban perusahaan kepada masyarakat sudah diatur oleh negara dalam undang-undang dan peraturan pemerintah untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tertera pada UU No.40 Tahun 2007 dan PP.No. 47 Tahun 2012 pasal 2. “Alasan dilaksanakan CSR (Corporate Social Responsibility) itu tidak lain untuk mewujudkan kesejahteraan sosial tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah melainkan juga masyarakat dan pelaku bisnis”. kata Riyan.

Mamba’ul Bahri, S.Th.I Ketua LAZIZNU Yogyakarta mengatakan dalam menjalankan tugasnya PW NU CARE – LAZIZNU D.I.Yogyakarta bergerak dalam bidang perencanaan, pelaksanaan, dan pengkoordinasian dalam pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) termasuk wakaf uang tunai dan Corporate Social Responsibility (CSR). “Kami juga memiliki program bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan kemanusiaan”. ucap Bahri. (khabib)