Menurunnya Minat Literasi Kaum Muda, dan Upaya Meningkatkannya.

Dekan Prof. Dr. Marhumah M.Pd dan Gus Muh memberi sambutan dan materi ke mahasiswa fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Selain menerapkan sikap teratur dalam konsistensi membaca, hal lain yang dapat membantu untuk meningkatkan kualitas di dalamnya ialah dengan menantang diri kita sendiri untuk menentukan capaian bacaan setiap harinya.
Demikian kata Muhidin M Dahlan ketika menyampaikan materi talk show yang bertajuk “Membaca Dahulu, Menulis Kemudian”. Kegiatan ini digelar oleh Dema Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk memeriahkan Milad Fakultas Dakwah dan Komunikasi Ke-53 yang berlangsung di Teatrikal FDK, Rabu (27/09).
Menanggapi permasalahan generasi muda yang minim sekali minat terhadap literasi membaca dan menulis, pemateri yang akrab dipanggil Gus Muh ini menjelaskan bahwa membaca bukanlah pekerjaan yang mudah. Membaca tidak hanya sekedar melihat tulisan yang ada di dalam buku begitu saja. Akan tetapi hal tersebut adalah proses untuk membentuk pemikiran si pembaca untuk meningkatkan nalarnya, yang kemudian akan dibuahkan ke dalam sebuah tulisan. “Membaca adalah Anda bersiap untuk memasuki dunia yang sepi,” imbuhnya.
Gus Muh menjelaskan dengan membaca, kita bisa mengetahui banyak hal dan sadar bahwa hal-hal tersebut memiliki keterhubungan antara satu dengan yang lain. Menyadari bahwa adanya keterkaitan antara beberapa aspek dapat diketahui dengan nalar dan juga kepekaan yang terbentuk selama proses seseorang dalam membaca. Untuk menuangkan hasil dari bacaan-bacaan tersebut, orang akan menulis dengan sendirinya.
Gus Muh mengungkapkan peran dari seseorang yang gemar membaca di sini tentulah teramat penting tentang bagaimana dia akan menulis nantinya. Menulis itu adalah seni berpikir yang diperoleh dari proses selama seseorang itu membaca, maka dari itu bagaimana seseorang dapat menulis kalau membaca saja tidak giat.“Tidak ada orang yang menulis tanpa membaca terlebih dahulu,” kata Gus Muh.
Sementara itu Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd. menyampaikan bahwa saat ini kampus tidak hanya mengajarkan bagaimana mahasiswa menjadi teladan dalam bidang ilmu dengan mencapai Indeks Prestasi (IP) tinggi, akan tetapi lebih dari itu bagaimana kemampuan soff skill mahasiswa menghadapi masa depan jauh lebih penting.
Marhumah berharap agar mahasiswa mengasah pengalaman berorganisasi intra maupun ekstra, melakukan jejaring dengan berbagai pihak dan menambah ilmu pengetahuan sebanyak mungkin dan pada akhirnya kita menorehkannya dalam tulisan, baik dalam bentuk buku, artikel dan berbagai karya karya monumental yang lain. " Teruslah berkarya dan menulis, pasti anda akan selalu eksis" tutur Marhumah saat memberi sambutan.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih kepada DEMA dan SEMA Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) yang sangat kreatif dalam meramu kegiatan kegiatannya, sehingga memungkinkan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan” ungkap Marhumah saat akhir sambutannya.
Selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Dekan, Ketua DEMA FDK, M. Rafli Ilham mengutarakan harapannya terkait bagaimana pentingnya kesadaran akan literasi ini.
“Harapannya itu minat membaca minat menulis orang itu meningkat, apalagi seorang mahasiswa ya dia sebagai penerus bangsa kalau punya gagasan lewat apa, lewat bacaan dan lewat tulisan,” pungkas Rafli. (Kh)