Mahasiswa Prodi KPI UIN Sunan Kalijaga Wakil Indonesia Pada Konferensi FUTURE NEWS WORLDWIDE 2018 di Edinburgh, UK

Fahri Hilmi Pada Acara Konferensi FUTURE NEWS WORLDWIDE 2018 di Edinburgh, UK
Fahri Hilmi, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang juga aktif di Lembaga Press Mahasiswa (LPM) Rhetor, menjadi salah satu peserta pada Konferensi FUTURE NEWS WORLDWIDE 2018 di Edinburgh, UK yang berlangsung tanggal 4-6 Juli 2018. Konferensi yang diselenggaran oleh British Council ini bertujuan untuk melatih para jurnalis muda dari seluruh dunia tentang bagaimana jurnalisme menghadapi perkembangan teknologi informasi yang sangat massif saat ini.
Fahri Hilmi mengatakan bahwa dia mendapatkan informasi tentang kegiatan konferensi tersebut dari broadcast WhatsApp (WA), yang mencantumkan dua syarat bagi peserta. Yang pertama harus submit tulisan, baik yang sudah pernah dipublish, ataupun belum. Dan yang kedua harus submit personal statement, kenapa dia harus mengikuti konferensi ini. Keduanya harus ditulis dalam bahasa Inggris.
Berbekal tulisannya yang berjudul "Selasa yang Panjang di Kulon Progo" dan personal statement tentang keadaan media di Subang, bahwa jika dia berkesempatan hadir di Edinburgh akan membawa pengetahuan baru yang didapatnya ke daerah kelahirannya, Fahri akhirnya terpilih menjadi salah satu dari tiga peserta konferensi yang berasal dari Indonesia.
Fahri yang pertama kali naik pesawat dan pertama kali ke luar negeri ini mengatakan begitu bersyukur bisa menjadi peserta FUTURE NEWS WORLDWIDE 2018 sehingga bisa mendapatkan banyak ilmu baru tentang dunia jurnalisme. Salah satu yang paling menarik baginya adalah pernyataan Yusuf Omar, co-founder, Hashtag Our Stories dari Syria. Yusuf Omar mengatakan kemajuan teknologi informasi saat ini sangat potensial untuk dimanfaatkan. Lebih banyak kamera, lebih banyak perspektif. Lebih banyak perspektif, lebih banyak kebenaran. Dengan keadaan sekarang, kita semua bisa mengabarkan apapun di sekitar kita, tanpa harus menjadi jurnalis. Dari konferensi ini Fahri menangkap pesan bahwa Jurnalisme itu seperti gaya hidup. Gaya hidup bercerita. Mengadukan persoalan-persoalan dan ketimpangan-ketimpangan di sekitar kita kepada publik, dengan konten-konten yang sangat bertanggungjawab.
Pada konferensi FUTURE NEWS WORLDWIDE 2018, Facebook dan Google juga hadir memberikan materi workshop. Mereka menyampaikan tujuan membuat fitur-fitur di platformnya. IG story, WA story, FB story, sampai IG TV, itu semua ternyata dibuat untuk kegiatan jurnalistik. (Euis M)