DISKUSI PUBLIK: MEMBANGUN PERADABAN ISLAM MELALUI PENGUATAN KELUARGA DAN KEARIFAN LOKAL DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN TALI KASIH GURU BESAR FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

Kemajuan sebuah perguruan tinggi salah satunya ditandai oleh seberapa banyak munculnya tokoh-tokoh ilmuan yang bergelar profesor dari perguruan tinggi tersebut. Karena itulah kehadiran para profesor sangat diharapkan dan menjadi suatu kebanggaan bagi setiap perguruan tinggi. Sebaliknya kehilangan atau pensiunnya seorang profesor merupakan kesedihan yang mendalam bagi setiap perguruan tinggi. Inilah yang dialami oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang baru saja melepas purna tugas dua orang profesor, yakni Prof. Dr. H. Nasrudin Harahap, SU dan Prof. Dr. H. Faisal Ismail, MA. Fakultas Dakwah dan Komunikasi sangat kehilangan dengan purna tugasnya beliau berdua. Hal ini semakin menambah kesedihan di saat belum didapatkannya tenaga kependidikan (dosen) yang juga bergelar professor. Ironis memang, tetapi itulah kenyataannya.

Sebagai bentuk memuliakan sang guru maka sudah selayaknya Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengadakan sebuah acara pemberian penghargaan kepada sang guru. Selain itu acara ini juga dimaksudkan untuk memberikan motiovasi kepada para dosen untuk segera mendapatkan profesornya. Acara bernuasa akademis sekaligus santai dan penuh kekeluargaan akan cocok untuk acara pemberian penghargaan tersebut.

Profesor Faisal Ismail banyak menekuni bidang Kebudayaan Islam dan Sejarah. Sedangkan Profesor Nasaruddin Harahap menggeluti bidang kependudukan. Karena itu tema Diskusi Publik yang terkiat dengan membangun peradaban islam melalui penguatan keluarga dan kearifan lokal menjadi pilihan acara ini. Acara ini sudah dilaksanakan pada hari senin tanggal 27 November 2017 kemaren.

Menurut ketua panitia bapak Dr. Irsyadunnas, Alhamdulillah acara ini bisa berlangsung dengan lancar, penuh kekeluargaan, kehangatan dan keceriaan. Acara tersebut dihadiri oleh sebagian besar dosen, karyawan, dan mahasiwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Seluruh perserta merasa bahagia bisa menjadi bahagian dalam acara yang sangat bagus ini, dan penuh dengan rasa kekeluargaan semacam ini. Rasa cinta yang mendalam dari seluruh civitas akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang hadir dalam acara tersebut terlihat jelas, bagaikan pertemuan keluarga antara ayah atau bapak dengan putra putrinya. Semoga beliau berdua tetap diberi kesehatan oleh Allah untuk melanjutkan pengabdiannya di masyarakat, agama dan bangsa.