FDK UIN Sunan Kalijaga Gandeng LD PBNU dan LD PWNU D.I. Yogyakarta Gelar Standarisasi Kompetensi Khatib Jumat

Salah satu tugas ulama menyebarkan tausiah keagaman di berbagai kegiatan atau pengajian di masyarakat. Tidak menutup kemungkinan pendakwah juga menyampaikan materi dalam kegiatan rutin keagamaan seperti sholat jumat. Sehingga perlu adanya penguatan kompetensi dan standarisasi ulama atau khatib ketika menyampaikan materi agama yang mencerahkan dan mendidik umat.

Oleh karena itu LD PBNU bekerja sama dengan LD PWNU D.I Yogyakarta dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar acara Standarisasi Kompetensi Khatib Jumat yang diadakan di ruang rapat Gedung Kuliah Terpadu UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (27/1) kemarin.

Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut KH. Nurul Badruttamam, MA (Sekretaris LD-PBNU), KH. Ghufron Mubin, S.Pd.I (Pengurus LD –PBNU), Prof. Dr. Phil, H. Al Makin (Rektor UIN Sunan Kalijaga), Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd, (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suka), Dr. KH. Masmin Afif, M.Ag, (Kakanwil Kemenag DIY), dan Dr. KH. Ahmad Zuhdi Muhdlor, M.Hum, (Ketua PWNU DIY). Acara ini dihadiri 50 lebih peserta dari berbagai wilayah di Provinsi DI. Yogyakarta.

Ketua Panitia KH. Ghufron Mubin mengatakan kegiatan ini bukan untuk melatih dasar-dasar meteri khutbah, tetapi lebih dari itu belajar retorika dakwah dan khutbah, memetakan konsep dakwah sesuai dengan konteks tempat dan kesulitan masing-masing wilayah. “Sehingga peserta ini bisa diakomodir supaya khatib tidak asal comot.” Kata Ghufron.

Masmin Afif mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan seorang khatib harus memiliki dua hal yaitu kompetensi dan komitmen kebangsaan, terlebih pada masa-masa sekarang ini. “Hasil dari standarisasi ini akan kita manfaatkan sebagai khatib di seluruh masjid kota. Sehingga masjid tidak hanya sekadar menjadi tempat untuk meningkatkan ketakwaan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi umat. Tidak hanya menjadi rutinitas semata, tapi juga menjadi sarana edukasi umat dan lainnya” lanjut Masmin.

Sementara Rektor UIN Sunan Kalijaga Al Makin mengemukakan pelatihan khatib ini merupakan kabar peradaban. Ide tentang peradaban dalam serangkaian agenda besar NU ini istilahnya terobosan (breakthrough). Dan itu jika kita kembangkan luar biasa. Karena kita tidak berpikir ritual ubudiyah, tetapi berpikir khadharah. Berpikir luas, berpikir sejarah manusia, sejarah Islam, Indonesia, Nahdlatul Ulama dan sejarah pergerakan.” kata Al Makin.

Agenda ini merupakan acara berkelanjutan dan akan dilaksanakan di setiap kota di Indonesia, untuk membekali kompetensi para khatib dalam dakwah terutama khutbah jumat yang menjadi rutinitas mingguan umat Islam.

Dalam acara tersebut juga dilakukan MoU antara LD PBNU dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga tentang Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional. Dalam perjanjian tersebut kedua pihak bersepakat untuk bekerja sama dalam pendidikan dan pelatihan, uji kompetensi dan kualitas, serta pemberian pengakuan profesionalitas dalam rangka sertifikasi pembimbing manasik haji Lembaga Dakwah Perngurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU). (Kh)