Dominasi Lansia, Indonesia Dapatkan Kuota Ibadah Haji Tahun 1445 H/2024 M sebanyak 241.000 Jamaah.
Acara pembukaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional XII
Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M merupakan penyelenggaraan haji dengan kuota terbesar sepanjang sejarah dengan kisaran 241.000 jemaah, dan masih didominasi jamaah lansia.
Demikian dikatakan Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU Nurul Badruttamam, dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional XII yang diselenggarakan hasil kerjasama Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I.Yogyakarta dan Pengurus Lembaga Dakwah PBNU pada Selasa-Senin 12-18 Maret 2024 di University Hotel.
Menurut Badruttamam perlu strategi layanan jemaah haji yang komprehensif yaitu pertama melakukan identifikasi komposisi Jemaah lansia dan kondisi kesehatannya semenjak dini bekerjasama dengan Kemenkes. Kedua, membuat komposisi kloter dengan rasio setiap 1 jemaah lansia digabungkan dengan 2 jemaah non lansia. Ketiga, membuat mindset petugas haji dibekali dan diberikan pemahaman untuk siap melayani Jemaah lansia. Dan memperkuat sektor khusus Haram untuk penanganan Jemaah haji lansia.
“Kegiatan pelatihan ini luar biasa, karena tidak hanya mencari sertifikat semata. Namun di luar sana, tugas pembimbing banyak sekali. Tugas pembimbing tidak hanya mengarahkan, membantu dan membimbing jamaah haji, lebih dari itu. Dan semoga program pelatihan ini bisa terus dilanjutkan” Kata Badruttamam selaku Direktur Pusat Kajian dan Pengembangan Haji dan Umrah Indonesia.
Sementara itu Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Al Makin menjelaskan untuk menjadi seorang pembimbing haji tidak harus nomor satu. Karena inti seorang pembimbing mempunyai kemampuan solutif dalam mendampingi jemaah haji. Meski tugas kita sudah ada, namun di luar sana harus melaksanakan tugas-tugas yang lainnya.
“Saya berpesan lakukan tugas sebaik baiknya sebagai petugas haji. Jangan berpikir ibadahnya sendiri, tapi pikirkan kesyahan ibadah dari jemaah. Semoga ibadah jamaah menjadi syah yang akan mengangkat kesyahan ibadah haji pembimbingnya. Semoga menjadi petugas yang baik dan amanah dan lancar.” kata Al Makin saat membuka acara pelatihan.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Marhumah melaporkan pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik haji professional akan dimulai sejak tanggal 12-18 Maret 2024. Kemudian jumlah pendaftar sertifikasi pembimbing manasik haji professional Angkatan ke XII berjumlah 55 orang.
Menurut Marhumah melalui sertifikasi ini, kita berharap dapat membentuk tim pembimbing manasik haji yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kearifan, dan kepedulian terhadap setiap individu yang mereka bimbing khsusunya dalam menangani para jamaah haji lansia.
Marhumah menambahkan dalam proses sertifikasi ini materi mencakup aspek pengetahuan terkait dengan kebijakan, keterampilan, etika, serta kemampuan berkomunikasi dengan baik. Selain itu, kita menghadirkan para ahli dan praktisi terbaik di bidangnya untuk memastikan bahwa standar yang diterapkan mencerminkan kebutuhan aktual dalam pembimbingan manasik haji. (Kh)