Krisis Moral Remaja
Masyarakat saat ini semakin resah menghadapi maraknya narkoba dan situs-situs porno di internet. Sebab efek negatif dari penyakit masyarakat ini telah banyak membuat kerusakan moral yang luar biasa. Banyak kaum remaja yang mengkonsumsi narkoba dan situs porno terjerumus pada praktrek seks bebas. Fenomena ini sungguh sangat memprihatinkan dalam perkembangan generasi bangsa ke depan. Tidak hanya para orang tua yang resah dengan maraknya narkoba dan pornografi, namun juga tokoh agama dan juga pemerintah, merasakan keprihatinan yang sama. Bagaimana nanti masa depan putra-putri bangsa ini kalau banyak di antara mereka yang dilanda krisis moral yang memprihatinkan.
Selain pornografi, penyakit narkoba juga tidak kalah dahsyatnya menimpa masyarakat saat ini. Bahkan pornografi dan narkoba sudah sangat luar biasa merusak moral masyarakat. Karena pornografi, betapa banyak generasi muda bangsa ini yang hamil di luar nikah. Demikian pula karena narkoba, betapa banyak generasi muda yang rusak fisik dan mentalnya, bahkan telah banyak yang gila dan mati. Wajarlah kalau pengedar narkoba yang telah merusak jutaan masyarakat diberi hukuman mati.
Berbagai usaha sudah dilakukan pemerintah dan tokoh-tokoh agama sebagai solusi untuk menghadapi bahaya pornografi tersebut. Di antaranya memblokir situs-situs porno sebagai langkah awal untuk membendung maraknya pornografi. Tidak kalah pentingnya usaha yang dilakukan oleh juru dakwah (da’i) yang melakukan komunikasi lewat pendekatan agama. Sebab dalam ajaran agama sudah jelas keterlibatan dalam pornografi adalah suatu kemaksiatan. Apalagi akibat dari pornografi tersebut mendorong terjadinya perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Persoalannya sekarang, dalam menilai banyaknya putra-putri bangsa yang terjerumus pada pornografi tentu tidaklah semata pada sisi benar atau salah. Perlu ada penilaian yang jernih dan perenungan yang mendalam, tentang faktor penyebab krisis moral yang melanda kaum remaja saat ini. Tidaklah arif kalau kesalahan hanya ditimpakan kepada mereka karena saat ini mereka dilanda krisis moral yang memprihatinkan. Barangkali orang tua juga memiliki kesalahan karena kealfaan menanamkan nilai-nilai agama kepada anak, sehingga anak-anak saat ini terjerumus pada krisis moral yang memprihatinkan. Apalagi orang tua tidak mampu mengontrol berbagai jenis HP yang dimiliki anak, dan bahkan ada situs-situs porno di dalamnya.
Padahal seandainya sejak dini orang tua menanamkan nilai-nilai agama kepada anak, maka mereka akan tumbuh dengan moral yang kuat, sehingga tidak mudah tergoda dengan tindakan-tindakan yang merusak moral. Diakui, betapa semakin dangkalnya saat ini penanaman nilai-nilai agama kepada anak, sehingga akhlak mereka pun dari waktu ke waktu semakin rapuh. Bahkan sopan santun anak-anak kepada orang tua dan juga guru di sekolah pun sepertinya sudah terkikis. Moral mereka semakin rusak lagi dengan maraknya pornografi yang menjerumuskan mereka pada pergaulan bebas (seks bebas).
Usaha yang dibuat pemerintah dengan memblokir situs-situs porno tentu patut didukung, namun hasilnya tidak akan bisa maksimal. Sebab seketat apa pun pemblokiran yang dilakukan, kalau moral sudah rusak tetap ada saja celah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pornografi dari media lain. Jadi solusi terbaik sesungguhnya adalah memblokir moral anak-anak dari kemaksiatan dengan menamkan nilai-nilai agama. Tugas ini tentu tidak hanya tugas orang tua di rumah, dan juga guru di sekolah, melainkan adalah tugas bersama dari semua lapisan masyarakat, termasuk media massa. Seandainya para orang tua di rumah memiliki komitmen yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai agama pada anak tentu mereka akan bisa berkembang dengan moral yang baik. Apalagi didukung oleh guru di sekolah, media massa dan juga lingkungan masyarakat, maka anak-anak pun akan berkembang dengan moral yang baik.
Pornografi dan narkoba saat ini sungguh sangat meresahkan masyarakat karena telah banyak menelan korban. Hampir setiap menit ada orang yang menjadi korban pornografi dan narkoba, sehingga menjadikan moral bangsa ini sangat terpuruk. Betapa sangat mengkhawatirkan masa depan bangsa ini manakala generasi mudanya rusak karena pornografi dan narkoba. Ini tentu merupakan tantangan besar bangsa yang harus dihadapi bersama oleh segenap kelompok masyarakat. Perlu keseriusan dan kerja keras dalam menghadapi bahaya pornografi dan narkoba yang sudah semakin banyak merusak generasi muda bangsa ini. Tugas berat ini tentu tidak hanya dibebankan pada pemerintah dan tokoh-tokoh agama, melainkan merupakan tugas bersama segenap komponen bangsa. Sejak dini, nilai-nilai agama harus ditanamkan pada anak, agar mereka bisa tumbuh dengan akhlak dan moral yang baik. (*)
(Oleh :Dr. Hamdan Daulay, M.Si.M.A. Dosen Magister KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Opini telah dimuat di SKH Kedaulatan Rakyat, Opini 17 Desember 2024).