Nindi Dewi Istiqomah: Raih Dua Juara dalam Pekan Ilmuwan Muda Nasional 2024
Nindi Dewi Istiqomah, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga dan rekan timnya, setelah berhasil me
Nama Nindi Dewi Istiqomah, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga, semakin dikenal setelah berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Pekan Ilmuwan Muda Nasional (PIMNA) 2024. Lomba yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian STIPER Yogyakarta dan Capai Cita Indonesia ini menjadi saksi perjuangannya, bersama rekannya, dalam menulis esai permasalahan sosial yang berujung pada bronze medal dan best video presentation pada 27-28 Juli 2024.
Bagi Nindi, pencapaian ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang perjalanan panjang yang dimulai dari pemilihan topik hingga proses kreatif dalam membuat esai, poster, dan video. "Saya mengikuti lomba ini untuk meningkatkan kemampuan diri, memperluas pengalaman, dan tentunya mengasah kepercayaan diri dalam bersaing di tingkat nasional," ujar Nindi dengan rendah hati.
Untuk meraih prestasi ini, Nindi mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan sangat matang. "Kami memulai dengan memahami semua persyaratan kompetisi, membayar biaya, dan menentukan bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuan kami. Riset sangat penting, karena esai yang kami buat harus didasari oleh data dan fakta yang kuat," jelas Nindi.
Selain itu, penyusunan timeline dan komunikasi dengan dosen pembimbing juga menjadi bagian dari persiapan penting. "Kami banyak berdiskusi dengan dosen dan praktisi di lapangan untuk memperdalam pemahaman tentang tema yang kami angkat, terutama yang berkaitan dengan permasalahan sosial," tambahnya.
Mengikuti lomba ini bukanlah hal yang mudah. Nindi dan rekannya memulai dengan memilih topik yang relevan, kemudian menulis esai melalui proses brainstorming. "Proses penulisan esai dimulai dengan diskusi intensif untuk mencari topik yang paling sesuai, dan kami banyak berinteraksi dengan alumni dan dosen yang memiliki pengalaman di bidang ini," cerita Nindi.
Setelah beberapa revisi, esai tersebut akhirnya dikirimkan ke panitia lomba. Sembari menunggu hasil seleksi, mereka bekerja keras menyiapkan poster dan video presentasi. "Video adalah salah satu syarat untuk kelolosan ke babak final, dan kami harus mempersiapkannya dengan baik. Ketika kami dinyatakan lolos sebagai finalis, itu menjadi momen yang sangat membanggakan," ungkap Nindi.
Pada puncaknya, pada Juli 2024, Nindi dan timnya melakukan presentasi esai, yang akhirnya membawa mereka meraih bronze medal dan best video presentation. "Kami sangat bersyukur dan bangga, terutama karena dapat memperkenalkan Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga ke level nasional," kata Nindi dengan penuh rasa terima kasih. (Kh)