Dilihat 0 Kali

02_126_PMI ke jakarta.jpg
Dosen Prodi PMI UIN Suka berswafoto dengan Kasubdit Pemberdayaan Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agam

Rabu, 19 November 2025 12:00:00 WIB

Sinergi Prodi PMI UIN Sunan Kalijaga & Kemenag RI: Perkuat Ekonomi Pesantren & Digitalisasi Dakwah

Pendidikan tinggi tak lagi sekadar soal menara gading keilmuan, melainkan seberapa jauh kaki mahasiswa melangkah untuk memberdayakan masyarakat. Semangat inilah yang dibawa oleh Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, saat bertandang ke Jakarta pada 18–20 November 2025.

Membawa misi memperkuat inovasi sosial, rombongan Prodi PMI menyambangi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Rabu (19/11). Fokus utamanya bukan sekadar seremonial, melainkan menyusun strategi konkret agar mahasiswa bisa terjun langsung mendampingi pesantren yang kini tengah bertransformasi menjadi pusat ekonomi mandiri.

Diterima langsung oleh Dr. Suwardi dan Kasubdit Pemberdayaan Pesantren, Ibu Zidal, pertemuan ini menyoroti peran vital mahasiswa sebagai katalisator. Kementerian Agama melihat potensi besar mahasiswa PMI untuk mengisi celah yang selama ini menjadi tantangan pesantren: adaptasi digital dan manajemen bisnis.

“Kami berharap mahasiswa PMI dapat berperan aktif dalam mempublikasikan dan mengembangkan dakwah pesantren di era digital, sekaligus mendampingi penguatan ekonomi pesantren melalui unit usaha dan inkubasi bisnis,” ujar Dr. Suwardi dalam pertemuan tersebut.

Diskusi berlangsung intensif dengan fokus pada peluang kolaborasi strategis melalui program Kemenag RI, antara lain:

  • Inkubasi Pesantren
  • Penguatan BUMTren dan koperasi pesantren
  • Program Kampung Keren
  • Pemetaan dan pemanfaatan aset pesantren
  • Digitalisasi dakwah dan ekonomi umat
  • Pelibatan mahasiswa sebagai pendamping pemberdayaan pesantren

Program-program tersebut dinilai selaras dengan kurikulum Prodi PMI yang menekankan praktik pemberdayaan mahasiswa selama dua semester. Model pembelajaran ini memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga turut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kaprodi PMI, Siti Aminah, M.Si., menyambut tantangan ini sebagai peluang strategis. Menurutnya, kolaborasi ini adalah jembatan emas bagi mahasiswa untuk mengasah skill profesional di lapangan.

“Kami menyambut baik arahan Kemenag RI agar mahasiswa PMI berperan dalam digitalisasi dakwah dan pendampingan unit usaha pesantren. Ini selaras dengan visi kami mencetak kader pemberdaya masyarakat yang profesional dan inklusif,” tegas Siti Aminah.

Rekam jejak Prodi PMI dalam membangun jejaring memang cukup panjang. Sebelum merapat ke Kemenag, mereka telah menggandeng berbagai mitra strategis mulai dari lembaga filantropi seperti LazisNU dan LazisMU, sektor korporasi lewat CSR Pertamina, hingga jejaring internasional bersama Al Jenderami Malaysia. Ekosistem kemitraan ini terbukti ampuh; banyak alumni PMI kini menduduki posisi strategis di Kementerian Sosial, lembaga zakat, hingga menjadi wirausaha sosial yang mandiri.

Sekretaris Prodi PMI, Halimatus Sa’diyah, M.I.Kom., menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah pusat ini akan membuka kanal-kanal baru bagi masa depan lulusan mereka.

“Kami mendukung penuh kerja sama yang membuka ruang magang, riset kolaboratif, hingga bursa kerja bagi mahasiswa dan alumni PMI. Pendidikan tinggi harus berdampak langsung pada masyarakat, dan inilah implementasi nyatanya,” jelas Halimatus.

Langkah ini menandai babak baru integrasi kampus dan pesantren. Dengan melibatkan mahasiswa sebagai aktor pemberdayaan, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi benteng moral, tetapi juga kekuatan ekonomi umat yang adaptif di era digital.