Dilihat 0 Kali

02_978_Gemini_Generated_Image_exr6b2exr6b2exr6.png
Asesor LAMSPAK berswafoto dengan pimpinan kampus dan sivitas akademika peserta AL Prodi KPI

Jumat, 23 Januari 2026 08:27:00 WIB

Asesmen LAMSPAK Prodi KPI: Dari Dokumen ke Dedikasi

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, menjalani asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), Jum’at (23/1). Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kesiapan akademik, manajemen, dan output lulusan dalam upaya meraih atau mempertahankan predikat akreditasi unggul.

Asesmen yang menghadirkan tim asesor, pimpinan universitas, senat universitas, pimpinan lembaga, dekan, dosen, staf pengajar, dan unsur sivitas akademika itu dilaksanakan secara langsung untuk verifikasi dokumen, wawancara dengan dosen dan mahasiswa, inspeksi fasilitas laboratorium serta observasi proses pembelajaran.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D, menegaskan bahwa target “unggul” bukan sekadar label administratif, melainkan bagian dari upaya transformasi akademik. “Saya yakin proses asesmen lapangan ini akan memberikan perbekalan kepada kita untuk terus meningkatkan motor akademik yang kita kembangkan di UIN Sunan Kalijaga khususnya di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam,” kata Noorhaidi dalam sambutannya.

Noor Haidi menambahkan bahwa masa depan akademik khususnya untuk akreditasi perguruan tinggi menuntut keterlibatan internasional yang nyata, di mana 20 persen lulusan harus memiliki publikasi internasional bereputasi. “Untuk mewujudkan visi besar universitas menuju research university, dimana akan ada kebijakan baru di setiap fakultas pusat riset unggulan masing-masing prodi, penyesuaian gelar baru kategori lulusan kumload, makna kumload dan summa kumload, dan laporan skripsi, disertasi dan tesis yang diintegrasikan dengan penerbitan jurnal bereputasi.” Kata Noor Haidi.

Dalam proses assesment tersebut hadir asesor dari LAMSPAK Dr. H. Syaiful Rohim, M.Si dari UHAMKA dan Dr. Yopi Kusmiati, M.Si. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dr. Syaiful menekankan pentingnya hubungan silaturahmi dan dialog kritis selama asesmen. “Untuk utamanya itu silaturahmi, silaturahim dan silaturfikri,” ujarnya, menandai bahwa asesmen lebih dari sekadar penilaian administratif melainkan kesempatan pembelajaran bersama.


Peserta mengikuti asesmen lapangan Prodi KPI

Asesmen menjadi momen kolektif, bukan hanya urusan birokrasi melainkan peluang introspeksi dan kebersamaan sivitas akademika. Kehadiran rektor dan dekan di lapangan, serta keterlibatan mahasiswa dalam presentasi capaian, menurut Dr. Yopi, menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi lahir dari keterlibatan semua pihak. Tanpa kualitas yang teruji, institusi pendidikan tinggi hanya akan menjadi pabrik ijazah.

“Hadirnya seluruh elemen kunci mulai dari rektor, senat universitas, hingga pimpinan lembaga menunjukkan bahwa ini adalah kerja kolektif. Universitas menyadari bahwa label ‘Unggul’ adalah kontrak moral kepada masyarakat.” Tegas Dr. Yopi.

Asesmen memadukan pemeriksaan bukti fisik (dokumen kurikulum, luaran penelitian, mutu pembimbingan), wawancara mendalam dengan pengelola program studi serta observasi proses perkuliahan dan fasilitas. Panitia fakultas menyediakan ruang presentasi, dokumen elektronik dan fisik serta fasilitator untuk mendampingi tim asesor selama kunjungan lapangan.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S., berharap seluruh proses ini dapat memberikan pengayaan bagi fakultas untuk terus mengembangkan motor akademik, khususnya di prodi Komunikasi Penyiaran Islam dan prodi lain di fakultas Dakwah dan Komunikasi agar bisa menyokong visi kampus menjadi research university.

Hasil asesmen akan menjadi dasar rekomendasi perbaikan—mulai penguatan kurikulum berbasis riset, pengembangan kapabilitas dosen untuk publikasi internasional, hingga inovasi format skripsi (misalnya model artikel yang dapat diterbitkan). Rektor bahkan membuka wacana perubahan kebijakan kelulusan untuk mengapresiasi lulusan yang berhasil menerbitkan karya ilmiah bereputasi, sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing institusi. (kh)