Program Studi Komunikasi dan Penyiaran
Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, menjalani
asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi,
dan Komunikasi (LAMSPAK), Jum’at (23/1). Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi
kesiapan akademik, manajemen, dan output lulusan dalam upaya meraih atau mempertahankan
predikat akreditasi unggul.
Asesmen yang menghadirkan tim asesor, pimpinan
universitas, senat universitas, pimpinan lembaga, dekan, dosen, staf pengajar,
dan unsur sivitas akademika itu dilaksanakan secara langsung untuk verifikasi
dokumen, wawancara dengan dosen dan mahasiswa, inspeksi fasilitas laboratorium
serta observasi proses pembelajaran.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D, menegaskan bahwa target “unggul” bukan sekadar label administratif, melainkan bagian dari upaya transformasi akademik. “Saya yakin proses asesmen lapangan ini akan memberikan perbekalan kepada kita untuk terus meningkatkan motor akademik yang kita kembangkan di UIN Sunan Kalijaga khususnya di Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam,” kata Noorhaidi dalam sambutannya.
Noor Haidi menambahkan bahwa masa depan
akademik khususnya untuk akreditasi perguruan tinggi menuntut keterlibatan
internasional yang nyata, di mana 20 persen lulusan harus memiliki publikasi
internasional bereputasi. “Untuk mewujudkan visi besar universitas menuju research
university, dimana akan ada kebijakan baru di setiap fakultas pusat riset
unggulan masing-masing prodi, penyesuaian gelar baru kategori lulusan kumload,
makna kumload dan summa kumload, dan laporan skripsi, disertasi dan tesis yang diintegrasikan
dengan penerbitan jurnal bereputasi.” Kata Noor Haidi.
Dalam proses assesment tersebut hadir asesor dari LAMSPAK Dr. H. Syaiful Rohim, M.Si dari UHAMKA dan Dr. Yopi Kusmiati, M.Si. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dr. Syaiful menekankan pentingnya hubungan silaturahmi dan dialog kritis selama asesmen. “Untuk utamanya itu silaturahmi, silaturahim dan silaturfikri,” ujarnya, menandai bahwa asesmen lebih dari sekadar penilaian administratif melainkan kesempatan pembelajaran bersama.

Peserta mengikuti asesmen lapangan Prodi KPI
Asesmen menjadi momen kolektif, bukan hanya urusan
birokrasi melainkan peluang introspeksi dan kebersamaan sivitas akademika.
Kehadiran rektor dan dekan di lapangan, serta keterlibatan mahasiswa dalam
presentasi capaian, menurut Dr. Yopi, menegaskan bahwa kualitas perguruan
tinggi lahir dari keterlibatan semua pihak. Tanpa kualitas yang teruji,
institusi pendidikan tinggi hanya akan menjadi pabrik ijazah.
“Hadirnya seluruh elemen kunci mulai dari rektor,
senat universitas, hingga pimpinan lembaga menunjukkan bahwa ini adalah kerja
kolektif. Universitas menyadari bahwa label ‘Unggul’ adalah kontrak moral
kepada masyarakat.” Tegas Dr. Yopi.
Asesmen memadukan pemeriksaan bukti fisik (dokumen
kurikulum, luaran penelitian, mutu pembimbingan), wawancara mendalam dengan
pengelola program studi serta observasi proses perkuliahan dan fasilitas.
Panitia fakultas menyediakan ruang presentasi, dokumen elektronik dan fisik
serta fasilitator untuk mendampingi tim asesor selama kunjungan lapangan.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi,
Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S., berharap seluruh proses ini dapat
memberikan pengayaan bagi fakultas untuk terus mengembangkan motor akademik, khususnya
di prodi Komunikasi Penyiaran Islam dan prodi lain di fakultas Dakwah dan
Komunikasi agar bisa menyokong visi kampus menjadi research university.
Hasil asesmen akan menjadi dasar rekomendasi
perbaikan—mulai penguatan kurikulum berbasis riset, pengembangan kapabilitas
dosen untuk publikasi internasional, hingga inovasi format skripsi (misalnya
model artikel yang dapat diterbitkan). Rektor bahkan membuka wacana perubahan
kebijakan kelulusan untuk mengapresiasi lulusan yang berhasil menerbitkan karya
ilmiah bereputasi, sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing
institusi. (kh)