Dilihat 0 Kali

02_789_download.jpeg
Narasumber berswafoto bersama peserta Mahasiswa S2 dan S1 peserta Kuliah umum di Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Kamis, 30 April 2026 19:12:00 WIB

Dari Anak Miskin ke Bangku Kuliah: Satu Paket Bantuan yang Mengubah Nasib

Upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia kini diarahkan pada pendekatan konvergensi dan komplementaritas program bantuan sosial guna memutus rantai kerentanan antargenerasi. Asisten Deputi Riset, Teknologi, dan Kemitraan Industri Kemenko PMK, Katiman Kartowinomo,Ph.D, menyampaikan hal tersebut dalam kuliah umum bertajuk "Evidence-Based Poverty Reduction:Mengapa Kebijakan Butuh Riset?" di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (30/4/2026).

Dalam paparannya, Katiman menjelaskan bahwa pemerintah kini menerapkan skema bantuan satu paket, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) hingga beasiswa pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. "Keluarga miskin diintervensi mulai dari anak usia dini melalui PKH, hingga jenjang kuliah dengan bantuan beasiswa agar percepatan kesejahteraan lebih efektif melalui pendekatan satu paket tersebut," tutur Katiman.

Data menunjukkan sekitar 80 persen penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di lingkungan Kementerian Agama merupakan keluarga yang juga menerima setidaknya satu program bantuan sosial lainnya. Kebijakan berbasis riset ini bertujuan agar intervensi pemerintah tidak berjalan parsial, melainkan saling mendukung dalam satu keluarga sasaran untuk menciptakan dampak yang lebih signifikan.

Namun, ia mengakui tantangan di lapangan tetap dinamis, terutama terkait akurasi penargetan kelompok desil kesejahteraan yang sering kali memiliki kemiripan kondisi secara fisik. Fenomena di lapangan menunjukkan rumah warga di desil satu hingga empat sering kali tampak serupa, sehingga memerlukan pemadanan data yang sangat presisi agar bantuan tetap tepat sasaran.Katiman berharap forum ini menjadi ruang akademis penting untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan perlindungan sosial yang telah diambil oleh pemerintah. Melalui riset yang mendalam, diharapkan kebijakan publik mampu bertransformasi menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu Kaprodi Magister Kesejahteraan Sosial Dr. Muh. Ulil Absor, M.A mengatakan forum "Social Work Update" ini bertujuan mempertemukan perspektif praktisi kebijakan dengan dunia akademik guna mengembangkan ilmu kesejahteraan sosial yang relevan. ” Karena memang melalui forum-forum seperti inilah nanti kita sebagai sebuah perguruan tinggi di mana perguruan tinggi itu bukan hanya sebagai tempat untuk transfer ilmu, tetapi sebagai pusat pengembangan ilmu.” kata Ulil.

Menurut Ulil, kita mencoba untuk menghidupkan sebanyak mungkin forum-forum akademik mempertemukan banyak pakar termasuk pada hari ini kita bisa belajar bersama dengan salah satu pakar dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia. “Kita belajar banyak bagaimana peran pentingnya penelitian dalam proses kebijakan khususnya dalam penanganan kemiskinan di Indonesia.” tutup Ulil.