Upaya
penanggulangan kemiskinan di Indonesia kini diarahkan pada pendekatan
konvergensi dan komplementaritas program bantuan sosial guna memutus rantai
kerentanan antargenerasi. Asisten Deputi Riset, Teknologi, dan Kemitraan
Industri Kemenko PMK, Katiman Kartowinomo,Ph.D, menyampaikan hal tersebut dalam
kuliah umum bertajuk "Evidence-Based Poverty Reduction:Mengapa Kebijakan
Butuh Riset?" di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri
(UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (30/4/2026).
Dalam
paparannya, Katiman menjelaskan bahwa pemerintah kini menerapkan skema bantuan
satu paket, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) hingga beasiswa
pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. "Keluarga miskin
diintervensi mulai dari anak usia dini melalui PKH, hingga jenjang kuliah
dengan bantuan beasiswa agar percepatan kesejahteraan lebih efektif melalui
pendekatan satu paket tersebut," tutur Katiman.
Data
menunjukkan sekitar 80 persen penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di
lingkungan Kementerian Agama merupakan keluarga yang juga menerima setidaknya
satu program bantuan sosial lainnya. Kebijakan berbasis riset ini bertujuan
agar intervensi pemerintah tidak berjalan parsial, melainkan saling mendukung
dalam satu keluarga sasaran untuk menciptakan dampak yang lebih signifikan.
Namun,
ia mengakui tantangan di lapangan tetap dinamis, terutama terkait akurasi
penargetan kelompok desil kesejahteraan yang sering kali memiliki kemiripan
kondisi secara fisik. Fenomena di lapangan menunjukkan rumah warga di desil
satu hingga empat sering kali tampak serupa, sehingga memerlukan pemadanan data
yang sangat presisi agar bantuan tetap tepat sasaran.Katiman
berharap forum ini menjadi ruang akademis penting untuk mengevaluasi
efektivitas kebijakan perlindungan sosial yang telah diambil oleh pemerintah.
Melalui riset yang mendalam, diharapkan kebijakan publik mampu bertransformasi
menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang lebih inklusif dan
berkelanjutan.
Sementara
itu Kaprodi Magister Kesejahteraan Sosial Dr. Muh. Ulil Absor, M.A mengatakan forum
"Social Work Update" ini bertujuan mempertemukan perspektif
praktisi kebijakan dengan dunia akademik guna mengembangkan ilmu kesejahteraan
sosial yang relevan. ” Karena memang melalui forum-forum seperti inilah nanti
kita sebagai sebuah perguruan tinggi di mana perguruan tinggi itu bukan hanya
sebagai tempat untuk transfer ilmu, tetapi sebagai pusat pengembangan ilmu.” kata
Ulil.
Menurut
Ulil, kita mencoba untuk menghidupkan sebanyak mungkin forum-forum akademik
mempertemukan banyak pakar termasuk pada hari ini kita bisa belajar bersama
dengan salah satu pakar dalam penanggulangan kemiskinan di Indonesia. “Kita belajar
banyak bagaimana peran pentingnya penelitian dalam proses kebijakan khususnya
dalam penanganan kemiskinan di Indonesia.” tutup Ulil.