Universitas Islam Negeri (UIN)
Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi memulai pembekalan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Angkatan ke-120 di Gedung Multipurpose (Prof. Amin Abdullah), Selasa
(28/4/2026). Kegiatan ini menandai persiapan penerjunan 470 mahasiswa Fakultas
Dakwah dan Komunikasi dari 3.800 mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian
masyarakat di berbagai pelosok Indonesia hingga sejumlah negara di Asia.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof.
Noorhaidi, dalam sambutannya menekankan bahwa pelaksanaan KKN angkatan ini
merupakan hasil dari reformasi manajemen dan koordinasi secara menyeluruh.
Upaya pembenahan dilakukan untuk memastikan program pengabdian berjalan lebih
terukur dan memberikan dampak yang lebih luas. "Ini bukan KKN yang biasa,
tapi KKN yang istimewa dan luar biasa," ujar Noorhaidi di hadapan ribuan
mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan.
Noorhaidi menjelaskan perluasan
cakupan geografis menjadi ciri khas pada periode ini. Universitas
memberangkatkan empat kelompok mahasiswa ke Jepang, Korea Selatan, Thailand,
dan Malaysia dengan dukungan pendanaan dari universitas serta mitra strategis
seperti Bank Indonesia. Selain itu, program ini juga menjangkau wilayah di luar
Pulau Jawa dengan karakteristik khusus, termasuk Aceh, Kalimantan Barat,
Maluku, NTT, dan Bali. Pihak universitas memberikan subsidi transportasi bagi
mahasiswa yang bertugas di luar Jawa guna mendukung mobilitas dan pemerataan
pengabdian.
Ketua Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Abdul Qoyum, menjelaskan bahwa
kurikulum KKN telah didesain ulang agar bersinergi dengan program prioritas
Kementerian Agama. Mahasiswa diarahkan pada empat tema utama, yakni pendidikan
unggul yang terintegrasi, pemberdayaan ekonomi umat, ekoteologi, serta
penguatan kerukunan dan kemanusiaan. “Untuk mengoptimalkan hasil, pengelompokan
mahasiswa dan penetapan lokasi telah dilakukan 90 hari sebelum penerjunan agar
program kerja dapat dirumuskan secara matang.” kata Abdul Qoyyum.
Sementara itu, Wakil Rektor
Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Abdur Rozaki, mengingatkan mahasiswa
bahwa KKN adalah momentum bertemunya pengetahuan akademik dengan realitas
sosial masyarakat. Ia menekankan agar mahasiswa membawa semangat Islam moderat
dan toleran sebagai instrumen pengabdian yang inklusif. "KKN UIN Sunan
Kalijaga ingin menjadi KKN rahmatan lil alamin," tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh
147 dosen pembimbing lapangan serta narasumber dari Bank Indonesia dan
Kementerian Agama. Melalui pembekalan intensif ini, mahasiswa diharapkan tidak
hanya mampu menyelesaikan tuntutan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga
keselamatan diri serta martabat universitas selama berinteraksi dengan
masyarakat dunia.