Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan pembekalan bagi calon wisudawan guna meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika pasar kerja pada Selasa (19/5/2026) di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan diikuti oleh 104 calon mahasiswa dari delapan program studi jenjang sarjana dan magister.
Dekan Prof. Arif Maftuhin dalam arahannya menekankan bahwa keilmuan dakwah
memiliki relevansi tinggi karena bersifat fleksibel dan mampu menjawab
persoalan nyata di masyarakat. "Ilmu yang kita berikan di Fakultas Dakwah dan
Komuniasi akan berguna dari dunia sampai akhirat; di dunia, ini menjawab
persoalan yang menjadi ladang pengabdian bagi lulusan," ujar Arif
Arif
Maftuhin menambahkan bahwa integritas moral adalah modal utama yang tidak boleh
ditinggalkan mahasiswa di tengah situasi global yang tidak menentu.
"Peganglah idealisme dan integritas itu karena itu adalah pertaruhan yang
harus kita jaga," ujar Arif di hadapan para calon lulusan.
Selain itu, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari CENDI UIN Sunan Kalijaga
dan praktisi industri untuk memberikan perspektif komprehensif mengenai
tantangan dunia kerja masa kini.
Muhammad Rashif Hilmi, M.Sc. dari CENDI memaparkan urgensi pemantauan alumni
melalui instrumen tracer study sebagai bentuk evaluasi kualitas
pendidikan. Dengan sistem devalumni yang telah terintegrasi kita bisa memantau rekam jejak karier alumni satu tahun pascakelulusan. "Pengumpulan data tersebut bertujuan untuk memperkecil gap perbedaan antara keinginan perguruan tinggi dan kebutuhan
pengguna lulusan." kata Rashif.
Dari perspektif industri, Talent Acquisition Manager PT Transcosmos Indonesia
Annisa Fricylia Saputrie menyoroti data pengangguran lulusan baru nasional yang
mencapai 9,37 persen. Annisa mengingatkan para lulusan bahwa dalam era
persaingan ketat saat ini, gelar akademik saja tidak cukup lagi tanpa dukungan keterampilan praktis dan adaptabilitas. "Ada beberapa keterampilan yang dibutuhkan calon karyawan perusahaan seperti kemampuan komunikasi bahasa inggris dalam dunia kerja, berfikir kritis dan mampu memecahkan masalah, memiliki pemahaman literasi digital, mampu bekerjasama dan beradaptasi, memiliki etos kerja dan profesional, serta mempunyai kecerdasan emosional." kata Annisa.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang III Dr Muhsin melaporkan pada periode III Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga berhasil meluluskan 104 wisudawan/wati dari 5 program studi S1 dan 3 program studi S2. Secara keseluruhan, sebanyak 62 mahasiswa (59,6%) meraih predikat Cumlaude, menunjukkan keunggulan akademik yang membanggakan. Rata-rata IPK fakultas berada di kisaran 3,69–3,87, mencerminkan standar akademik yang tinggi di seluruh program studi. "Dari sisi masa studi, lulusan S1 menyelesaikan pendidikan rata-rata dalam 3 tahun 8 bulan hingga 4 tahun 6 bulan, sementara program S2 mampu diselesaikan dalam rentang 1 tahun 10 bulan hingga 2 tahun 2 bulan — mencerminkan efisiensi studi yang luar biasa." ucap Muhsin.
Melalui langkah konkret ini, universitas berupaya memastikan
alumninya mampu memberikan dampak nyata di masyarakat dengan tetap menjunjung
tinggi profesionalisme.