Fakultas Dakwah dan Komunikasi
(FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali
memperoleh kepercayaan di tingkat nasional. Tiga dosennya terpilih menduduki
posisi strategis dalam forum dekanat dan asosiasi keilmuan yang menaungi bidang
dakwah dan pengembangan masyarakat Islam.
Pemilihan dan pelantikan tersebut
berlangsung dalam rangkaian kegiatan Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi
(Fordakom) yang diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 4–7 Juni
2026. Kegiatan ini diikuti oleh 148 peserta yang mewakili 28 Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam reorganisasi Fordakom
periode 2026–2028, Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Arif Maftuhin,
M.Ag., M.A.I.S., terpilih sebagai Ketua Fordakom. Pada kepengurusan yang sama,
Dr. H. Irsyadunnas, M.Ag., yang saat ini menjabat Wakil Dekan Bidang Administrasi
Umum, Perencanaan, dan Keuangan FDK UIN Sunan Kalijaga, dipercaya sebagai
Bendahara Umum.
Selain pemilihan pengurus
Fordakom, forum tersebut juga menjadi ajang konsolidasi asosiasi program studi.
Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, S.Sos., M.Si., dosen
Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FDK UIN Sunan Kalijaga,
terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) untuk
masa bakti 2026–2031.
Menurut Prof. Dr. Pajar Hatma
Indra Jaya, S.Sos., M.Si., terpilihnya tiga akademisi FDK UIN Sunan Kalijaga
dalam kepemimpinan organisasi nasional tersebut merupakan bentuk kepercayaan
yang diberikan oleh PTKIN se-Indonesia terhadap kapasitas akademik dan
kepemimpinan yang dimiliki kampus tersebut.
“Kepercayaan ini sekaligus
menjadi amanah untuk terus mengawal pengembangan keilmuan dakwah dan
pemberdayaan masyarakat Islam agar semakin relevan dengan tantangan sosial yang
berkembang,” ujarnya.
Sebagai Ketua P2MI, Prof. Dr.
Pajar Hatma Indra Jaya, S.Sos., M.Si. menargetkan penguatan program studi PMI
melalui produksi pengetahuan yang berfokus pada inovasi sosial, dakwah, serta
berbagai model penyelesaian persoalan sosial di Indonesia. Dalam tahun pertama
kepemimpinannya, ia menargetkan penyusunan satu buku bersama sebagai referensi
nasional dan perumusan mata kuliah standar asosiasi yang dapat menjadi rujukan
bagi program studi PMI di berbagai perguruan tinggi.
Selain itu, P2MI juga akan
memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah sebagai
salah satu upaya memperluas peluang karier dan pengakuan profesi bagi lulusan
Pengembangan Masyarakat Islam.
Fordakom merupakan forum
koordinasi yang menghimpun para dekan dari fakultas-fakultas dakwah dan
komunikasi di lingkungan PTKIN. Forum ini berperan sebagai wadah perumusan
kebijakan akademik, penyelarasan kurikulum, serta penguatan sinergi antarkampus
dalam pengembangan ilmu dakwah, komunikasi, dan pemberdayaan masyarakat Islam.
Pertemuan di Balikpapan
menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain terkait penataan
nomenklatur program studi, standardisasi mutu pendidikan, serta penguatan
kolaborasi akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia
pendidikan tinggi di masa mendatang.