Komitmen membangun budaya mutu yang berkelanjutan terus diperkuat Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Salah satu wujudnya melalui pelaksanaan Audit Tindak Lanjut (ATL) yang digelar pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UIN Sunan Kalijaga.
ATL dilaksanakan untuk memastikan setiap temuan dalam Audit Mutu Internal (AMI) telah ditindaklanjuti oleh unit-unit terkait. Lebih dari sekadar proses administrasi, audit ini menjadi instrumen evaluasi sekaligus penguatan komitmen sivitas akademika terhadap perbaikan mutu secara berkelanjutan (continuous improvement), yang menjadi salah satu nilai utama UIN Sunan Kalijaga.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa budaya mutu tidak lahir dari pekerjaan besar semata, melainkan dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
"Kesadaran mutu harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti kedisiplinan dan kejujuran. Disiplin untuk hadir tepat waktu dan berkomitmen dalam setiap kegiatan merupakan bagian penting dari budaya mutu yang ingin kita bangun bersama," ujarnya.
Audit Tindak Lanjut tahun ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri atas unsur dekanat, program studi, Tim Penjaminan Mutu Fakultas dan Program Studi (PSMF-PSMP), serta auditor yang ditugaskan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sunan Kalijaga.
Enam auditor yang bertugas dalam kegiatan tersebut ialah Muhammad Hidayat Noor, S.Ag., M.Ag.; Anggari Marya Kresnowati, S.E., M.E.; Feri Irianto Setyo Wibowo, S.Pd., M.Pd.I.; Anis Yuniati, S.Si., M.Si., Ph.D.; Dr. Yani Tri Wijayanti, M.Si.; dan Inggit Dyaning Wijayanti, M.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik FDK Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, M.Si. menyampaikan apresiasi kepada para auditor yang telah melakukan pendampingan dan memberikan berbagai masukan konstruktif. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para ketua dan sekretaris program studi sebagai auditee yang telah bekerja keras menindaklanjuti berbagai rekomendasi hasil audit sebelumnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil audit dan diskusi terhadap sejumlah temuan yang masih memerlukan penyelesaian lebih lanjut. Forum berlangsung secara terbuka dengan membahas berbagai tantangan yang dihadapi masing-masing program studi dalam memenuhi indikator mutu.
Salah satu isu yang mendapat perhatian adalah capaian penelitian yang didanai oleh lembaga luar negeri. Sejumlah program studi mengakui bahwa indikator tersebut masih menjadi tantangan bersama. Selain tingginya tingkat persaingan untuk memperoleh hibah internasional, proses administrasi dan perizinan kegiatan luar negeri juga menjadi faktor yang memengaruhi pencapaiannya.
Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan oleh dosen-dosen FDK untuk berkompetisi dalam skema pendanaan internasional. Beberapa kerja sama dan hibah luar negeri bahkan telah berhasil diraih. Di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), misalnya, telah ada dosen yang ke Universitas Umm Al-Qura. Sementara itu, salah satu dosen Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) berhasil memperoleh dukungan pendanaan melalui kerja sama dengan Pemerintah Australia.
Melalui Audit Tindak Lanjut ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi berharap setiap rekomendasi hasil audit tidak berhenti sebagai dokumen evaluasi, melainkan benar-benar menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas tata kelola, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, budaya mutu tidak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh sebagai praktik yang melekat dalam setiap aktivitas akademik di lingkungan FDK UIN Sunan Kalijaga.