Dilihat 0 Kali

02_871_model kolase (13).png
142 akademisi dari 28 PTKIN se-Indonesia menanam 250 pohon akasia di jantung Ibu Kota Nusantara.

Jumat, 05 Juni 2026 16:18:00 WIB

Di Tengah Pembangunan IKN, Para Dosen Dakwah Tanam Akasia

Jalan menuju Kawasan Embung H, Nusantara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, masih diwarnai debu-debu pembangunan ketika rombongan Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (Fordakom) tiba, Jumat (5/6/2026) pagi. 

Perjalanan sejauh tiga jam dari Balikpapan itu bukan sekadar perjalanan fisik—di ujungnya, 142 akademisi dari 28 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia telah menyiapkan cangkul dan bibit pohon untuk ditancapkan di tanah calon ibu kota baru.

Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, para dosen dan pimpinan fakultas dari berbagai penjuru Indonesia itu menanam 250 bibit pohon akasia secara serentak di lereng kawasan Embung H. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda nasional Fordakom sekaligus bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat.

Dari rombongan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hadir Kaprodi S1 Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Siti Aminah, S.Sos.I., M.Si., bersama Kaprodi Magister PMI, Prof. Dr. Hj. Sriharini, S.Ag., M.Si. Keduanya turun langsung ke lapangan—bahu-membahu bersama peserta lainnya membenamkan bibit akasia di tanah Nusantara yang masih membutuhkan topangan vegetasi alami untuk menjaga kesuburan dan mencegah erosi.

Prinsip itulah yang menjiwai aksi tanam pohon di IKN ini. Bagi FDK UIN Sunan Kalijaga, kegiatan tersebut merupakan perpanjangan dari gerakan Climate Warrior yang tengah digalakkan di lingkungan kampus—sebuah upaya untuk menjadikan kepedulian lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang menyatu dengan nilai-nilai dakwah.

Bagi Siti Aminah, keterlibatan dalam aksi ini bukan semata kewajiban akademis. Ada dimensi yang lebih dalam yang ia sebut sebagai prinsip ekoteologi—sebuah pandangan bahwa merawat alam adalah bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab iman. Menjaga bumi, baginya, adalah perpanjangan dari misi dakwah itu sendiri.

"Kami sangat senang karena pada dasarnya menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama. Kami bangga bahwa pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia kami bisa menanam pohon berbarengan dengan prinsip-prinsip yang dilakukan oleh Fordakom—bahwa forum ini merupakan dosen-dosen yang peduli terhadap bumi," kata Aminah yang juga Pembina Climate Warrior UIN Suka.

Perjalanan ke IKN juga memberi kesempatan langka bagi rombongan Fordakom untuk menyaksikan sendiri denyut pembangunan ibu kota baru dari jarak dekat. Di balik hamparan proyek yang masih terus bergerak, aksi tanam pohon itu menghadirkan kontras yang menarik: di satu sisi ada konstruksi baja dan beton, di sisi lain ada tangan-tangan akademisi yang menancapkan bibit hijau ke dalam tanah merah Kalimantan.

Sementara itu Sri Harini,bagi FDK UIN Sunan Kalijaga, keterlibatan di forum nasional ini juga membuka ruang untuk memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi lintas kampus. Pertemuan di IKN menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat—salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi—bisa melampaui batas wilayah dan menembus hingga ke kawasan yang tengah dibangun sebagai simbol Indonesia masa depan.

Ketika matahari semakin meninggi di atas hamparan Embung H, 250 bibit akasia telah berdiri di tanah Nusantara. Pohon-pohon muda itu butuh waktu bertahun-tahun untuk benar-benar tegak dan rindang.