Di Mushola Lantai III FakultasDakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga pada Selasa (14/7/2026), puluhan
tenaga kependidikan (tendik) dan petugas kebersihan (cleaning service)
tampak serius menyimak instruksi ahli dari MTC Joglo Gumregah, tentang kegiatan
bertajuk "Pelatihan Pertolongan Pertama pada Cedera Umum".
Ketua kegiatan, Fitri Nur Istiqomah menjelaskan fokus utamanya adalah memberikan
keterampilan praktis bagi staf garda terdepan kampus dalam menangani insiden
medis darurat sebelum bantuan profesional tiba. Pengetahuan ini dianggap
krusial agar penanganan awal tidak justru memperparah kondisi korban.” Staf
fakultas adalah orang pertama yang dilapori saat ada kejadian, sehingga
kesiapan mereka sangat menentukan”, kata Fitri saat memberi sambutan.
Fitri menambahkan acara ini
berawal dari pengalaman lapangan saat awal tahun ajaran baru, di mana riwayat
kesehatan mahasiswa sering kali baru terdeteksi saat kegiatan orientasi.
"Penting bagi kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum
tenaga medis dari poliklinik datang," ujar Fitri, seraya mengenang insiden
mahasiswa yang pernah terjatuh di area fakultas.
Manajer MTC Joglo Gumregah,
Yuliana Rahmawati, S.Or., dalam pemaparannya meluruskan anggapan bahwa cedera
hanya urusan atlet. Bagi Yuliana, cedera adalah kondisi ketidaknyamanan tubuh,
baik pada otot maupun sendi. Ia menekankan pentingnya memahami Golden Time,
yaitu jendela waktu 15 menit pertama setelah insiden terjadi. "Kuncinya di
15 menit awal. Jika penanganan tepat dilakukan sebelum bengkak muncul,
pemulihan akan jauh lebih efektif," tutur Yuliana. Ia juga memperingatkan
peserta untuk menghindari penggunaan kompres panas pada area yang baru saja
mengalami radang atau keseleo, karena justru dapat memperburuk keadaan.
Tak hanya soal kecelakaan fisik
mendadak, pelatihan ini juga memotret risiko "penyakit kantoran" yang
kerap dialami tendik. Instruktur Abdul Kohar, S.Or., menyoroti bagaimana
kebiasaan duduk lama dan di depan layer komputer tanpa jeda bisa menyebabkan kelelahan otot
kronis hingga risiko turtle neck. Ia menyarankan implementasi peregangan
ringan (stretching) di kantor sebagai solusi preventif. "Jangan
menunggu rasa nyeri atau 'teng' itu muncul. Begitu terasa pegal, segera lakukan
stretching singkat selama 2 sampai 3 menit setiap satu jam
bekerja," pesan Kohar. Menurutnya, peregangan harian akan membantu menjaga
elastisitas otot dan meningkatkan konsentrasi.
Sesi praktik menjadi bagian yang
paling dinamis. Para peserta belajar langsung teknik taping untuk
stabilitas sendi, penanganan patah tulang (fraktur), hingga bantuan hidup dasar
atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Dibantu oleh dua instruktur
lainnya, Agri Fera Endah Septiani, S.Or. dan Muhammad Rifqi Abrori, S.Or.,
peserta mencoba teknik resusitasi dengan kedalaman dan rasio tekanan yang tepat
guna menyelamatkan pasien henti napas.