Dilihat 0 Kali

02_119_Pelatihan Tendik  (2).png
Tendik FDK UIN Sunan Kalijaga mengikuti Pelatihan Pertolongan Pertama pada Cedera Umum

Rabu, 15 Juli 2026 08:55:00 WIB

Menjaga Raga di Balik Meja: Ketika Tendik Kampus Belajar Pertolongan Pertama

Di Mushola Lantai III FakultasDakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga pada Selasa (14/7/2026), puluhan tenaga kependidikan (tendik) dan petugas kebersihan (cleaning service) tampak serius menyimak instruksi ahli dari MTC Joglo Gumregah, tentang kegiatan bertajuk "Pelatihan Pertolongan Pertama pada Cedera Umum".

Ketua kegiatan, Fitri Nur Istiqomah  menjelaskan fokus utamanya adalah memberikan keterampilan praktis bagi staf garda terdepan kampus dalam menangani insiden medis darurat sebelum bantuan profesional tiba. Pengetahuan ini dianggap krusial agar penanganan awal tidak justru memperparah kondisi korban.” Staf fakultas adalah orang pertama yang dilapori saat ada kejadian, sehingga kesiapan mereka sangat menentukan”, kata Fitri saat memberi sambutan.

Fitri menambahkan acara ini berawal dari pengalaman lapangan saat awal tahun ajaran baru, di mana riwayat kesehatan mahasiswa sering kali baru terdeteksi saat kegiatan orientasi. "Penting bagi kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum tenaga medis dari poliklinik datang," ujar Fitri, seraya mengenang insiden mahasiswa yang pernah terjatuh di area fakultas.

Manajer MTC Joglo Gumregah, Yuliana Rahmawati, S.Or., dalam pemaparannya meluruskan anggapan bahwa cedera hanya urusan atlet. Bagi Yuliana, cedera adalah kondisi ketidaknyamanan tubuh, baik pada otot maupun sendi. Ia menekankan pentingnya memahami Golden Time, yaitu jendela waktu 15 menit pertama setelah insiden terjadi. "Kuncinya di 15 menit awal. Jika penanganan tepat dilakukan sebelum bengkak muncul, pemulihan akan jauh lebih efektif," tutur Yuliana. Ia juga memperingatkan peserta untuk menghindari penggunaan kompres panas pada area yang baru saja mengalami radang atau keseleo, karena justru dapat memperburuk keadaan.

Tak hanya soal kecelakaan fisik mendadak, pelatihan ini juga memotret risiko "penyakit kantoran" yang kerap dialami tendik. Instruktur Abdul Kohar, S.Or., menyoroti bagaimana kebiasaan duduk lama dan di depan layer komputer  tanpa jeda bisa menyebabkan kelelahan otot kronis hingga risiko turtle neck. Ia menyarankan implementasi peregangan ringan (stretching) di kantor sebagai solusi preventif. "Jangan menunggu rasa nyeri atau 'teng' itu muncul. Begitu terasa pegal, segera lakukan stretching singkat selama 2 sampai 3 menit setiap satu jam bekerja," pesan Kohar. Menurutnya, peregangan harian akan membantu menjaga elastisitas otot dan meningkatkan konsentrasi.

Sesi praktik menjadi bagian yang paling dinamis. Para peserta belajar langsung teknik taping untuk stabilitas sendi, penanganan patah tulang (fraktur), hingga bantuan hidup dasar atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Dibantu oleh dua instruktur lainnya, Agri Fera Endah Septiani, S.Or. dan Muhammad Rifqi Abrori, S.Or., peserta mencoba teknik resusitasi dengan kedalaman dan rasio tekanan yang tepat guna menyelamatkan pasien henti napas.