Dilihat 0 Kali

02_435_model kolase (14).png
Dua ratus bibit mangrove ditanam oleh para relawan muda di Bantul sebagai bagian dari aksi peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedu

Senin, 08 Juni 2026 16:35:00 WIB

Climate Warriors UIN Suka Ikuti Tanam Pohon di Pantai Baros

Pagi masih terasa segar ketika puluhan relawan muda berdatangan ke Kawasan Pantai Baros, Bantul, Yogyakarta, Minggu (7/6/2026). Mereka tidak datang untuk bersantai di tepi laut—melainkan untuk menanam 200 bibit pohon mangrove demi menjaga pesisir yang perlahan tergerus abrasi.

Aksi kolaboratif bertajuk "Green Network in Action: Volunteer Action for Sustainable Mangrove Ecosystem" itu digagas bersama oleh Green Democracy Institute (GDI) Yogyakarta dan Green Coast Baros, tepat dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Climate Warriors UIN Sunan Kalijaga hadir sebagai salah satu komunitas peduli lingkungan, bahu-membahu dengan KP2B, Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation, Turnitin, serta BPDAS Serayu Opak Progo. Satu semboyan menyatukan mereka semua. "Menanam Sekarang, Memanen Kemudian". 

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dirancang melewati tiga tahapan. Para relawan terlebih dahulu mengikuti sesi edukasi lingkungan untuk memahami fungsi ekologis hutan bakau—mulai dari perannya sebagai penahan abrasi pantai hingga sebagai habitat biota laut. Setelah dibekali pengetahuan dasar, mereka bergerak bersama untuk membersihkan area pantai dan kawasan mangrove dari sampah plastik sebelum akhirnya bergotong-royong menanam 200 bibit pohon di lahan yang telah disiapkan.

Di antara deretan relawan yang turun langsung ke lumpur itu, hadir Mayza Muflikhaturrohmah, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, yang datang sebagai delegasi Climate Warriors. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar agenda komunitas biasa.

"Bersyukur banget bisa ikut kegiatan ini sebagai delegasi dari Climate Warriors, senang juga bisa ketemu banyak teman baru yang seru dan baik semua—sekaligus menambah pengalaman saya sebagai volunteer. Semoga kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memberikan dampak baik bagi lingkungan ke depannya," kata Muflikhaturrohmah.

Kesan serupa disampaikan Resi Akbar Permana, rekan satu prodi yang juga turut hadir dalam aksi tersebut. Ia merasa pengalaman hari itu melampaui sekadar kegiatan fisik di tepi pantai—ada ilmu baru, ada jaringan baru. Resi pun menitipkan harapan kepada pemerintah daerah.

"Seru, dapat ilmu dan relasi baru. Semoga pemerintah, khususnya di DIY, turut mendukung acara-acara yang bermanfaat sekaligus berdampak seperti ini," ucap Akbar.

Konsistensi gerakan anak-anak muda ini tidak luput dari perhatian kalangan akademisi.  Aminah,M.Si perwakilan sivitas akademika Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN Sunan Kalijaga, menilai gerakan akar rumput seperti ini memiliki peran yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam agenda pelestarian lingkungan jangka panjang.

"Alhamdulillah, gerakan ini semakin keren dan nyata dampaknya. Kehadiran anak-anak muda yang konsisten mengawal isu iklim memberikan harapan besar bagi kelestarian lingkungan kita." tutur Aminah yang juga dosen Pembina Climate Warriors UIN Sunan Kalijaga.

Ekosistem mangrove di pesisir selatan Bantul memang tengah mendapat tekanan dari berbagai arah—abrasi, alih fungsi lahan, hingga sampah kiriman yang terus berdatangan. Dua ratus bibit yang ditanam pada Minggu pagi itu tentu belum cukup untuk memulihkan semuanya sekaligus. Namun bagi para relawan yang ikut mengayunkan cangkul dan membenamkan bibit ke dalam lumpur, langkah kecil itu bermakna.

Ketika matahari mulai meninggi di atas Pantai Baros, para relawan pulang dengan tangan berlumpur dan senyum yang belum padam. Dua ratus pohon kecil berdiri di bibir pantai—terlalu kecil untuk terlihat dari kejauhan, tetapi cukup besar untuk merawat harapan bahwa generasi mendatang masih bisa menikmati pesisir yang hijau dan lestari.