Puluhan generasi muda dari berbagai sekolah dan universitas ikut serta dalam Manajemen Dakwah (MD) Competition 2026. Perhelatan yang mempertandingkan dua cabang utama, yakni Cover Lagu Islami (CLI) dan Musabaqah Syarhil Qur'an (MSQ), ini merupakan bagian dari rangkaian Pra-Dies Natalis ke-25 Program Studi Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Tak hanya diikuti oleh mahasiswa internal, kompetisi ini juga menyedot perhatian pelajar dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga pendidikan lain, yang digelar oleh Prodi Manajemen Dakwah dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Dakwah, di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Senin (5/10).
Ketua Program Studi Manajemen Dakwah, Munif Sholihan, menyampaikan bahwa usia 25 tahun bagi sebuah program studi merupakan fase kedewasaan yang penuh dengan produktivitas. Menurutnya, perayaan seperempat abad ini menjadi momentum untuk memperluas pemaknaan dakwah di tengah masyarakat.
"Di luar sana dakwah mungkin sering diidentikkan dengan berbicara di atas mimbar atau masjid, tetapi di sini kami ingin menegaskan bahwa substansi dakwah adalah bagaimana mengajak umat manusia menuju kebaikan sesuai jalan yang dirahmati Allah SWT," tutur Munif Sholihat di hadapan para peserta.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas hadirnya para peserta yang datang dari berbagai institusi dan kampus lain, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Peserta dari jenjang sekolah dan pesantren, seperti MAS Ibnul Qoyyim dan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Hidayah, turut mewarnai keberagaman kompetisi ini.
Suasana kompetisi berlangsung hangat dan penuh penjiwaan. Pada cabang CLI, para peserta mengolah keindahan vokal untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang sejuk. Sementara pada cabang MSQ, penampilan dilakukan secara bertim—terdiri dari tiga orang—yang berkolaborasi melantunkan, menerjemahkan, serta menguraikan isi kandungan Al-Qur'an secara lugas.
Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Dakwah periode 2026–2027, Muhammad Akmal Syaufik, menjelaskan bahwa gagasan utama di balik kompetisi ini adalah memperlihatkan keluwesan dakwah dalam menyapa publik. "Dakwah itu tidak hanya sekadar dari mimbar ke mimbar, tetapi bisa diterjemahkan dari berbagai aspek seperti lagu maupun penjelasan ayat-ayat Al-Qur'an," ungkap Akmal.
Mahasiswa angkatan 2024 ini menambahkan bahwa selain sebagai sarana mengenalkan program studi Manajemen Dakwah kepada khalayak luas, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran langsung bagi panitia dan sukarelawan mahasiswa baru dalam mengelola sebuah acara. Sebagai penutup sambutannya, Akmal memberikan suntikan semangat bagi seluruh peserta yang tengah berlaga."Selamat berkompetisi dan selamat berjuang, karena hidup yang tidak pernah diperjuangkan tidak akan pernah dimenangkan," pungkas Akmal.
Rangkaian MD Competition ini menjadi pembuka dari agenda Dies Natalis ke-25 yang akan berlanjut hingga puncak perayaan pada awal November 2026 mendatang.