Dilihat 0 Kali

02_389_WhatsApp Image 2026-10-15 at 08.42.23 (2).jpeg
20 alumni Indonesia bersawafoto dengan Direktur Jenderal Foreign Affairs Office of Chongqing Municipality (FAO Chongqing), Fan Q

Kamis, 15 Oktober 2026 10:32:00 WIB

Merajut Diplomasi Pendidikan Indonesia-Tiongkok: Langkah Strategis FDK UIN Suka Menembus Jejaring Global

Pengalaman masa studi di Tiongkok kini berlanjut menjadi jembatan diplomasi pendidikan dan kebudayaan. Sebanyak 20 alumni Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di berbagai universitas di Tiongkok kembali menyusuri sudut-sudut Kota Beijing dan Chongqing dalam rangkaian Academic and Cultural Exchange Visit pada 10–16 Oktober 2026.

Salah satu delegasi yang turut berpartisipasi adalah Moh. Khoerul Anwar, Kaprodi Magister Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Sebagai alumni Central China Normal University, ia memanfaatkan momentum ini untuk berdiskusi langsung dengan Director of Asian Affairs Division, Li Lan, guna membahas peluang kerja sama pendidikan vokasi, penelitian, serta program gelar ganda.

Khoerul menegaskan bahwa keikutsertaannya merupakan bagian dari upaya memperluas cakrawala keilmuan dan membangun kemitraan antarbangsa. "Saya mengikuti pertemuan ini sebagai bagian dari upaya memperluas perspektif akademik dan membangun jejaring internasional. Pengalaman studi di Tiongkok menjadi salah satu bekal untuk menjembatani pertukaran pengetahuan dan memperkuat dialog akademik antara Indonesia dan Tiongkok," ujar Khoerul sekaligus Ketua Tim Double Degree UIN Sunan Kalijaga.

Di tengah pesatnya arus transformasi digital dan perubahan dunia, perjumpaan ini tidak sekadar menjadi ajang nostalgia. Lebih dari itu, pertemuan antarlembaga dan pengambil kebijakan menjadi pijakan penting dalam memperluas jejaring internasional, mobilitas akademik, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang relevan dengan tantangan global. Kunjungan ini hadir sebagai ruang strategis untuk mempererat ikatan persahabatan serta menjajaki peluang kerja sama baru di bidang pendidikan, teknologi, riset, dan inovasi.

Bagi institusinya, menurut Khoerul momentum perjumpaan lintas negara ini dipandang memiliki nilai strategis bagi pengembangan keilmuan konseling yang responsif terhadap dinamika masyarakat. "Bagi Magister BKI UIN Sunan Kalijaga, momentum ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan konseling yang relevan dengan tantangan masyarakat global. Saya berharap jejaring yang terbangun tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberi manfaat bagi pengembangan program studi, sivitas akademika, dan masyarakat," tambahnya.

Rangkaian agenda di Chongqing berlangsung hangat ketika para delegasi disambut dalam jamuan makan malam oleh Direktur Jenderal Foreign Affairs Office of Chongqing Municipality (FAO Chongqing), Fan Qing. Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak bertukar perspektif mengenai potensi kolaborasi konkret yang dapat dikembangkan ke depan. Peluang kerja sama tersebut mencakup kemitraan antarkampus, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga penelitian bersama.

Pertukaran pengetahuan dan pengalaman kelembagaan yang terjalin selama sepekan di Beijing dan Chongqing menegaskan pentingnya kontinuitas hubungan akademik. Melalui langkah-langkah kolaboratif yang terencana, jejaring persahabatan alumni ini diharapkan terus membuahkan inisiatif konkret yang memberi dampak nyata bagi perkembangan pendidikan tinggi di kedua negara. (prfdk)