Perkuat Keilmuan Siswa SLB, FDK bagikan Buku Braile dan dorong Siswa untuk Lanjut Kuliah

Berlokasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) PGRI Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, anak-anak tunanetra kini mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mendalami ilmu agama berkat hadirnya buku braille. Buku-buku kitab kuning dan buku terjemahan braille yang disalurkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, bekerja sama dengan Yayasan Spirit Dakwah Indonesia dan bantuan dari Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), menjadi jembatan baru bagi mereka untuk mengakses pendidikan agama yang sebelumnya terbatas.

Buku-buku ini bukan hanya sekadar alat bantu belajar, namun juga membuka dunia baru bagi siswa-siswa tunanetra di SLB PGRI Kedungwaru. “Dengan adanya bantuan buku braille ini, anak-anak kami sekarang bisa mempelajari ilmu agama dengan lebih mendalam,” kata Lilik Asmarini, Kepala Sekolah SLB PGRI Kedungwaru. Lilik mengapresiasi inisiatif dari Kemenag yang mendukung pengembangan literasi agama di kalangan siswa tunanetra, Jum'at (20/12).

Di sekolah yang memiliki 126 siswa ini, banyak dari mereka yang mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti baca tulis Al-Qur’an, elektro, dan menjahit. Lilik berharap, dengan adanya bantuan buku ini, anak-anak dari SMALB (Sekolah Menengah Atas Luar Biasa) bisa melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. “Kami berharap anak-anak kami bisa melanjutkan studi ke UIN Sunan Kalijaga, kampus inklusif yang dapat menjadi rujukan bagi semua anak Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Salah seorang guru tunanetra di SLB PGRI Kedungwaru, Ustad Arif, sangat bersyukur dengan adanya bantuan buku braille ini. Menurutnya, buku-buku tersebut tidak hanya mempermudah pengajaran, tetapi juga memberikan akses lebih luas dalam mendalami agama Islam. “Buku ini sangat membantu saya dalam mengajarkan agama Islam kepada siswa-siswa kami,” kata Ustad Arif dengan penuh semangat.

Andra Mustazaki, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tulungagung, juga memberikan apresiasi terhadap bantuan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran buku braille ini merupakan langkah maju dalam pengembangan literasi agama di kalangan siswa tunanetra. “Kami berharap bantuan ini dapat merata ke SLB lainnya di Tulungagung, sehingga siswa tunanetra di sini bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan siswa pada umumnya,” ungkap Andra.

Bantuan buku braille ini meliputi kitab kuning, terjemah Arbain Nawawi, Lughot Arabiyah, serta Al-Qur’an terjemah. Semua ini bertujuan untuk memperkaya khazanah keislaman bagi siswa tunanetra. Dengan adanya dukungan ini, para siswa di SLB PGRI Kedungwaru kini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk tidak hanya mengakses pendidikan agama, tetapi juga berpeluang untuk menuntut ilmu lebih tinggi.

Wakil Dekan Bidang III UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muhsin, menyatakan bahwa UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus inklusif membuka peluang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk melanjutkan studi. “Kami memiliki Pusat Layanan Difabel (PLD) yang siap mendukung siswa dari SLB untuk melanjutkan kuliah di sini. Kami berharap dapat membantu mewujudkan cita-cita siswa-siswa SLB, seperti yang telah berhasil dilakukan oleh alumni mahasiswa berkebutuhan khusus kami yang kini sukses berkarir,” ujar Dr. Muhsin.

Dengan bantuan ini, harapan untuk menjadikan pendidikan yang inklusif dan setara semakin nyata, di mana siswa SLB juga dapat bermimpi dan mencapai cita-cita tinggi. “Kami ingin anak-anak kami bisa hidup mandiri dan diterima dengan baik di masyarakat,” tutup Lilik, Kepala Sekolah SLB PGRI Kedungwaru, berharap agar kerjasama ini terus berlanjut untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak tunanetra di Indonesia.
Penyerahan lima kotak alat pembelajaran braile untuk SLB-PGRI Kedungwaru Tulungagung dari Ditpontren Kemenag RI. SLB-PGRI Kedungwaru adalah Mitra Yayasan Spirit Dakwah Indonesia yang sekaligus nanti awal dari penjajakan kerjasama antara Fakultas Dakwah dan Komunikasi, SLB-PGRI Kedungwaru dan Yayasan Spirit Dakwah Indonesia. Ketiga lembaga punya komitmen dan bersinergi agar semua anak anak Indonesia punya kesempatan yang sama untuk menggapai cita cita mereka melanjutkan ke Perguruan Tinggi. (Kh)