MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN, PRODI MANAJEMEN DAKWAH (MD) FDK UIN SIAPKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

Manajemen informasi di era digital seperti sekarang ini memegang fungsi yang sentral, terlebih melakukan dakwah atau melaksanakan pesan-pesan agama. Paradigma dan kurikulum yang dibangun haruslah mengacu pada perkembangan teknologi disamping pada KKNI.

Demikian prolog dalam Seminar Pengembangan Desain Kurikulum Merdeka Belajar yang diadakan Prodi Manajemen Dakwah (MD) FDK UIN Sunan Kalijaga, 19 Agustus 2020. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademika Prodi MD, juga menghadirkan para pelaku Dakwah dan alumni dari prodi MD FDK.

Beberapa hal disampaikan oleh narasumber antara lain, bahwa dalam proses menyiapkan mahasiswa-mahasiswi menghadapi tantangan global dan era 4-0 serta menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat, kompetensi mahasiswa harus disiapkan untuk lebih gayut dengan kebutuhan zaman. Agar mahasiswa selalu kompatibel dan bisa melakukan adaptasi. Disamping itu pula menurut Dr. Trias bahwa dunia kerja saat ini menuntut adanya link and match tidak saja dengan dunia industri dan dunia kerja tetapi juga dengan masa depan yang berubah dengan cepat. Beliau mengharapkan bahwa prodi MD FDK sebagai prodi yang memiliki konsern dalam manajemen Dakwah serta perangkat untuk menguatkan Dakwah Islam dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan.

Perlu ditambahkan di sini, agar Prodi MD FDK UIN Sunan Kalijaga bisa mengambil intisari bagaimana dialog kebudayaaan dan keagamaan, proses dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga yang memang menjadi icon dari universitas ini.

Di bagian lain Dr Trias memberikan beberapa model penyusunan matakuliah merdeka belajar dengan mengacu pada 8 program kampus merdeka seperti magang, proyek desa, mahasiswa mengajar, pertukaran mahasiswa, mahasiswa melakukan riset, program wirausahaha, partisipasi dan program kemanusiaan, proyek desa wisata dan dapat dimplementasikan pada prodi MD dengan mengacu pada core keilmuan yang sudah dicanangkan oleh universitas dan prodi MD FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pada bagian akhir, Kaprodi MD mengharapkan redesain kurikulum Prodi MD ini akan mampu menjawab tantangan zaman dan tetap berpegang bahwa prodi MD tetap harus menguatkan core keilmuan FDK (dasar-dasar agama). Begitu pula mahasiswa tetap memiliki kemampuan basic keagamaan. Kaprodi juga mengharapkan agar rancangan kurikulum yang harus dikuatkan oleh Prodi MD memiliki kemampuan dasar, kemampuan komunikasi, kemampuan TI, kemampuan Bahasa sehingga alumni Prodi MD bisa menjawab tantangan global dan mampu membangun masyarakat Indonesia serta mampu merancang Manajemen Dakwah bagi kalangan milenial yang penuh tantangan.