INTERNATIONAL STUDENT SHARING MENJADI FORUM PERTEMUAN ANTARA PENGELOLA FDK UIN SUNAN KALIJAGA DENGAN MAHASISWA ASING

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) mengadakan kegiatan International Student Sharingpada hari Rabu, 24 Februari 2021. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa FDK yang berasal dari luar negeri dengan lembaga-lembaga yang ada di FDK. Salah satu lembaga tersebut adalah lembaga baru, yaitu Internasional Office (IO) yang diketuai oleh Andayani, S.IP, M.SW.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Dr. Pajar Hatma Indra Jaya (WD I FDK) dan dihadiri oleh Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FDK serta Dr. Casmini selaku WD II. Hadir juga Said Hasan Basri, S.Psi., M.Si sebagai pemateri sekaligus IO FDK. Said Hasan Basri menyampaikan bahwa mahasiswa mempunyai banyak peluang kolaborasi penelitian dan pengabdian masyarakat antara mahasiswa asing dengan mahasiswa Indonesia dan dosen. Dengan kolaborasi tersebut maka akan didapat banyak temuan yang menarik. Mahasiswa luar negeri yang ada di Yogyakarta sebaiknya nanti lebih banyak membaur dengan kebudayaan Yogyakarta sehingga benar-benar bisa menikmati keramahan masyarakat Yogyakarta. Selain itu mahasiswa asing bisa menjadi “brand ambasador” atapun tim humas FDK UIN Sunan Kalijaga dan masyarakat Yogyakarta di negaranya masing-masing. Saat ini di FDK mempunyai 16 orang mahasiswa asing.
Dalam kegiatan International Student Sharingada beberapa ide dan pertanyaan yang disampaikan oleh mahasiswa asing. Salah satunya disampaikan oleh Moch. Mahadir Mahasiswa BKI (Bimbingan Konseling Islam) semester 4 yang berasal dari Malaysia. Mahadir menyampiakan bahwa di Malaysia masih ada lockdown sehingga orang tidak boleh keluar dari rumahnya. Hal itu mempengaruhi mereka sehingga ada beberapa orang yang tidak bisa membayar UKT dengan mudah. Terutama bagi yang tidak mempunyai internet banking. Selain soal lockdown, kendala yang dihadapi oleh mahasiwa asing tersebut adalah bahasa. Banyak mahasiswa dari Malaysia yang kesulitan dalam menulis tugas dan skripsi dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Salah satu yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah konversi dari skripsi yang tebal menjadi skripsi yang ringkas tapi berisi, seperti menulisnya jadi jurnal. Selain itu di era COVID-19 ini mereka juga tidak bisa ikut praktikum dan KKN di Indonesia sehingga mereka membutuhkan penjelasan bagaimana KKN secara virtual atau konversi atau mandiri. Selain itu kendala yang mereka hadapi adalah kendala mencari buku referensi Bahasa Indonesia. Pertanyaan ini dijawab bahwa mahasiswa perlu beralih referensi dari buku ke jurnal yang mudah diakses lewat dunia maya. Namun demikian jika mahasiswa punya kendala terkait referensi mahasiswa bisa konsultasi dengan pustakawan di UIN Sunan Kalijaga.