ASN itu Kekuatan Utama Kesuksesan Kampus, Jaga 4 Kesucian Diri!

Foto Bersama Kasubdit, Dekan, Dosen, Tendik FDK dan FISHUM
Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 1 Gedung Prof. K.H. Saifuddin Zuhri UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) serta Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan Pembinaan Pegawai FDK dan FISHUM dengan tema Penguatan Moderasi Beragama, Rabu (07/09/22).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Ketenagaan Direktorat PTKI Ditjend Pendis Kementerian Agama RI Ruchman Basori, M.Ag., Dekan FDK Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FDK Prof. Dr. Hj. Casmini, M.Si., Dr. Erika Setyanti Kusumaputri, S.Psi, M.Si dan beberapa Dosen FISHUM, serta Tenaga Kependidikan FDK dan FISHUM.
Dalam sambutannya, Ruchman Basori, M.Ag. mengatakan bahwa ASN/pegawai adalah kekuatan utama dalam kesuksesan civitas akademika perguruan tinggi/kampus. Para pegawai tidak meremehkan tugas utama dari masing-masing tupoksinya dan mencintai pekerjaaan secara profesional agar mendapatkan kesuksesan yang sempurna.
Ruchman menambahkan agar ASN tetap berpedoman pada "4 kesucian diri", yakni pertama, kesucian intelektual dengan menjaga diri dan akal pikiran agar selalu waras. Kedua, kesucian finansial artinya bagaimana agar ASN terhindar dari korupsi dan manipulasi. Ketiga, kesucian biologis artinya ASN harus menjadi contoh masyarakat dalam menjaga pola hubungan dengan suami/istri agar tidak terjerembab pada hal-hal maksiat. Dan, yang keempat adalah kesucian ideologis artinya ASN harus setia pada Pancasila dan NKRI.
Kasubdit berpesan agar ASN selalu melakukan segala sesuatu dengan baik dan menjadi teladan bagi masyarat. “Do the best, do the first, dan do the different!” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FDK, Prof. Marhumah menanggapi hal tersebut dengan sangat antusias. Kegiatan Penguatan Moderasi Beragama penting diadakan untuk mendorong para pegawai di lingkungan UIN Sunan Kalijaga membangun dan mengembangkan sikap serta semangat keagamaan, karena moderasi beragama merupakan salah satu modal yang harus dimiliki dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat yang multikultural. Selain itu, untuk meningkatkan kemaslahatan kehidupan yang harmonis, damai, toleran menuju Indonesia emas. (nrl)