Sedekah dan Kebahagiaan Manusia
Kunci hidup di dunia adalah bahagia lahir dan batin. Kesuksesan seseorang di dunia bisa bermanfaat bagi orang lain, apapun bentuk bantuannya. Perantara membantu orang lain pun bermacam caranya salah satunya dengan sedekah. Sedekah sendiri dalam Islam sunah atau dianjurkan, apabila dikerjakan akan mendatangkan pahala dan kebaikan. Apabila ditinggalkan juga tidak mendatangkan dosa. Namun, sedekah dapat berubah hukumnya menjadi wajib jika seorang muslim telah mampu dan berkecukupan berjumpa dengan orang lain yang kekurangan. Haditssedekahyang paling utama diriwayatkan Abu Hurairah R.A. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari di saat terbitnya matahari: berbuat adil terhadap dua orang (mendamaikan) adalah sedekah; menolong seseorang naik kendaraannya, membimbingnya, dan mengangkat barang bawaannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah; Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan sholat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.”
Melakukan kebaikan, termasuk dalam perbuatan yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan menghilangkan keresahan. Melakukan kebaikan di sini bisa berupa sedekah, berbuat baik, dan memberikan sesuatu yang baik kepada sesama. Semua ini merupakan satu dari sekian banyak hal yang mampu menciptakan kedamaian di dalam dada.
Secara esensial berpuasa ramadan adalah mengendalikan diri dan meningkatkan tradisi berbagi dan terbinanya kepedulian sosial. Dalam ajaran Islam dikenal bahwa salah satu nama yang lekat dengan bulan Ramadan adalah syahrul Jud; yaitu bulan memberi, disamping dikenal sebagaisyahrul Muwassahyaitu bulan bermurah tangan dan bulan memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan.
Rasulullah saw menggambarkan orang yang kikir dan orang yang dermawan itu dengan dua orang yang masing-masing memiliki jubah. Orang yang dermawan terus menerus memberi dan menginfakkan hartanya, sehingga jubah yang ia pakai terus melebar. Demikian pula dengan baju perangnya yang terbuat dari besi, sehingga bekas-bekas telapak kakinya terhapus. Sementara itu orang yang kikir terlalu kuat memegang hartanya dan semakin hari semakin berkurang sehingga menjepit dan semakin menyempit hingga jiwanya tersendat.
Sementara dalam alquran Allah swt, berfirman yang artinya : "Dan perumpamaan orang orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Alloh dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak didataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka gerimis (pun memadai). Dan Alloh Maha Melihat apa yang kamu perbuat." (QS. Al Baqarah : 265)
Di bulan Suci Ramadan ini, Rasulullah saw sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa berbagi rezeki dan harta dengan orang lain, terutama kepada kerabat, fakir miskin, anak yatim, dan siapa pun yang membutuhkan untuk berbagi rizeki atau disebut dengan shadaqah. Sebab shadaqah ini merupakan salah satu amal shaleh yang utama. "Sebaik-baik shadaqah adalah shadaqah di bulan Ramadhan". Sejauh ini nilai utama shadaqah telah dijanjikan oleh Allah akan mendapat banyak pahala di akhirat, dan juga memiliki banyak manfaat di dunia.
Dalam kitab al-‘Ushfuriyah, Syaikh Muhammad bin Abu Bakar menyebutkan ada tujuh manfaat shadaqah yang akan didapatkan oleh pelakunya baik di dunia maupun di akherat. Tujuh manfaat shadaqah tersebut sebagai berikut;
Pertama, Shadaqah sebagai pelindung dari segala macam musibah dan keburukan. Kedua, Shadaqah itu sebagai obat dan penyembuh dari segala penyakit yang diderita orang tersebut. Ketiga, Shadaqah itu sebagai penjaga harta dari kerusakan dan kebangkrutan. Keempat, Shadaqah bisa meredakan dan memadamkan murka Allah. Kelima, Shadaqah bisa mempererat hubungan cinta persaudaraan antar sesamanya. Keenam, Shadaqah mampu melunakkan jiwa yang keras dan dapat membuat hati menjadi lapang. Ketujuh, Shadaqah bisa menambah umur.
Sehingga dapat dikatakan bahwa di bulan Ramadan ini Allah SWT memberi kesempatan kita kaum muslimin untuk meningkatkan solidaritas sosial, memberikan bantuan kepada mereka yang lebih membutuhkan secara sukarela dilandasi oleh ketakwaan diwujudkan dengan nilai kemanusiaan tanpa pamrih. Ramadhan bisa menciptakan kultur gotong royong dan keceriaan dalam berbagi. Ramadhan adalah tarbiyah untuk bersedekah, sekolahan yang efektif untuk menyapa mereka yang kurang beruntung.
Khabiburrohman, S.Si (Anggota Pusat Studi Kecerdasan Digital (PSKD)Fakultas Dakwahdan KomunikasiUIN Sunan Kalijaga).
Artikel ini dipublikasikan di Hikmah Ramadan SKH Kedaulatan Rakyat Senin,8 April 2024)