Bagaimana RUMUS MENGAJAR Difabel NETRA

Sahabat inklusi yang mulia...
Marhaban yaa 17 Ramadhan


Gilang Indra setiawan, seorang mahasiswa difabel netra semester 2, menyampaikan harapannya terkait proses perkuliahan di kelas : “…Jika menampilkan gambar, baik itu di papan tulis atau di monitor, minimal dosen itu minta tolong sama salah satu mahasiswa untuk membacakan kepada kami pak... Walaupun memberitahu nya itu secara singkat”, demikian kata Gilang, menjawab pertanyaan saya terkait bagaimana proses mengajar yang dia dambakan

....”Terus untuk kami, mohon juga diberi kesempatan untuk mencoba seperti kawan-kawan yang lain" tambah Gilang...kemudian Gilang ceritakan pengalamannya di kelas waktu semester 1, dia ingin mencoba ikut mengisi google form untuk kuesioner penelitian,… “akan tetapi ketika saya tanya sama dosen atau temen, karena link form-nya ditaruh di papan tulis, beliau langsung berkata:, "kalau Gilang tidak bisa tidak apa-apa", tapi beliau tidak memberi kesempatan kepada saya untuk mencoba”, curhat Gilang…Dari Gilang kita mendapat dua kata kunci, DESKRIPSI dan KESEMPATAN …

Saat ini terdapat 30 Mahasiswa difabel netra sedang aktif kuliah di UIN Sunan Kalijaga, tersebar di berbagai Prodi yang mereka minati...

Pendapat Gilang diamini oleh Akbar Ariantono Putra, mahasiswa difabel netra semester 6: “Kalau dosen itu sebaiknya mendeskripsikan apa yang di papan tulis, PPT, atau hal yang ditampilkan di depan” ...

...Akbar menambahkan pengalamannya saat seorang dosen pernah mengajaknya untuk terjun riset lapangan sebagai metode belajar mahasiswa difabel, yang intinya dia merasa cocok. “Simulasi penting bagi pemahaman yang komprehensif bagi mahasiswa. Bagi tunanetra, berpartisipasi di lapangan dengan pendampingan yang cukup keilmuan akan membantu”, demikian Akbar meyakinkan saya. Dari Akbar, kita mendapat dua kata kunci PARTISIPASI dan PENDAMPINGAN

Sementara, Fanza Fauzan Rivaldi, mahasiswa difabel netra semester 6, menyampaikan gagasan: “saya berharap dosen memberikan bahan kuliah kepada kami supaya nanti bisa jadi bahan untuk kami pelajari” ucap nya… dari Fanza kita mendapat kata kunci BERBAGI BAHAN AJAR

Itulah harapan para difabel netra kepada dosennya saat mengajar di kelas. Mereka juga tidak jarang mengkritisi akses jalur difabel yang kerap tergangu serta segudang gagasan lainnya...Dari rangkaian hasil mendengarkan sejumlah mahasiswa difabel netra tersebut dapat dirumuskan "Strategi Mengajar" yang dapat diterapkan, diantaranya :

Menghargai Kemandirian Difabel Netra. Dengan dukungan metode yang tepat, difabel netra dapat belajar secara mandiri. Alih-alih memberikan rasa kasihan, lebih penting untuk memberikan kesempatan yang setara bagi mereka.

Menggunakan Komunikasi yang Jelas. Saat berinteraksi, sebaiknya sebutkan nama mahasiswa dengan tegas. Kalau dosen keluar kelas, berilah kabar, sehingga mereka tahu bahwa dosen sedang keluar kelas...

Hindari menyampaikan instruksi yang mengacu pada penglihatan, seperti "lihat gerakan ini," dan gunakanlah deskripsi yang jelas mengenai grafik, tabel, atau elemen visual lainnya.

Pastikan tata letak ruang kelas stabil, tidak sering berubah agar difabel netra mudah berorientasi. Informasikan posisi kursi, papan tulis, dan fasilitas lain di dalam ruangan untuk kemudahan navigasi. Pastikan jalur akses di ruang kelas mendukung mobilitas difabel netra

Manfaatkan aplikasi pembaca layar seperti NVDA atau JAWS untuk memberikan akses kepada mahasiswa terhadap materi digital. Sediakan pula materi dalam format audio atau teks yang dapat diakses melalui screen reader.

Terapkan metode diskusi dan tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman dan mengedepankan pembelajaran berbasis praktik.

Gunakan pendampingan jika diperlukan. Jika memungkinkan, sediakan note taker untuk membantu mencatat. Latihlah teman sekelas agar dapat berinteraksi secara inklusif dengan mahasiswa difabel netra. Kita semua berusaha yang terbaik

Namun...tantangan tetap ada, terutama terkait ruang mobilitas di lingkungan kampus, seperti... PARKIR KENDARAAN SEMBARANGAN sehingga menutupi jalur difabel MASIH MENJADI PR BAGI KITA SEMUA

Banyak difabel netra yang sukses kuliah, bahkan sampai meraih gelar S3, seperti DR. Suharto dan DR. Akhmad Sholeh yang keduanya adalah difabel netra yang menjadi dosen di UIN Sunan Kalijaga (Baca kembali tadarus minggu ke-2) . Ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, mahasiswa difabel netra dapat berkembang seperti rekan-rekannya yang lain.

Sebagai dosen, saya belajar bahwa inklusivitas tidak hanya berdampak bagi mahasiswa difabel, TETAPI JUGA MENGUBAH CARA PANDANG semua pihak terhadap MAKNA SEBENARNYA DARI PENDIDIKAN…

Inklusivitas bukan sekadar tentang memberikan akses, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bagi semua mahasiswa.

Pendidikan adalah hak setiap individu, dan tanggung jawab kita adalah untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar dan berkembang bersama …Di kampus manapun, dengan visi besar : "Empowering Knowledge, Shaping the Future"

Oleh :Dr. Asep Jahidin, S.Ag., M.SiDosen Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial,
Koordinator Pusat Layanan Difabel UIN Sunan Kalijaga

Kolom Terpopuler