Ruang rapat lantai dua Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga, Selasa (04/08/2026), tampak penuh kursinya. Bukan sekadar rapat rutin, ruangan tersebut menjadi titik temu antara dosen dan alumni yang sukses di dunia kerja dalam tajuk kegiatan "Alumni Career Mapping dan Review Profil Prodi". Sejumlah alumni tampak hadir, menempuh perjalanan jauh dari Solo, Semarang, hingga Lampung, membawa pengalaman kerja berharga untuk dibagikan kepada almamater mereka.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dari perjalanan panjang menuju redesain kurikulum tahun 2028. Fakultas ingin memastikan bahwa "keris" yang mereka tempa—sebuah metafora untuk para lulusan—benar-benar tajam dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Arif Maftuhin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran dalam melihat kurikulum. Ia mengingatkan bahwa tantangan zaman saat ini jauh lebih rumit dengan adanya kecenderungan spesialisasi ilmu yang terkadang justru mengkotak-kotakkan potensi dakwah.
"Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dalam hal ini takwa kurikulum. Yang kita takutkan adalah ketidaksesuaian kurikulum itu dengan tantangan zaman," ujar Prof. Arif dengan nada tenang. Beliau menegaskan bahwa alumni adalah bukti nyata untuk menguji apakah integrasi-interkoneksi ilmu yang diajarkan selama ini sudah tepat sasaran di lapangan atau belum.
Bentang data yang disajikan oleh Muhamad Rashif Hilmi dari Center for Entrepreneurship & Career Development (Cendi) memberikan gambaran objektif mengenai nasib para lulusan. Berdasarkan data periode 2020 hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 3.033 alumni telah menuntaskan studinya. Dari jumlah tersebut, tingkat kesesuaian pekerjaan dengan profil lulusan prodi berada di angka 56,38 persen.
"Dari 1.460 alumni yang melakukan update karir, sebanyak 768 orang atau 52,60 persen telah bekerja, sementara 14,86 persen lainnya memilih jalur wirausaha," ungkap Rashif saat memaparkan presentasinya. Data ini menjadi pijakan penting bagi para ketua program studi untuk melihat sektor mana yang paling banyak menyerap tenaga kerja, mulai dari perusahaan swasta, lembaga pemerintahan, hingga organisasi multilateral.
Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, menyambung pemaparan tersebut dengan analogi yang mendalam. Baginya, profil lulusan adalah sebuah blueprint yang menentukan seluruh aktivitas di kampus, mulai dari pengajaran hingga penelitian.
"Tugas kita itu seperti seorang pandai besi yang harus mencetak keris. Keris itu harus jadi sempurna dan kemudian dibutuhkan oleh masyarakat," tutur Prof. Pajar. Ia menjelaskan bahwa proses peninjauan kurikulum ini sengaja dilakukan lebih awal sejak tahun 2026 agar tersedia waktu yang cukup panjang untuk merumuskan capaian pembelajaran yang benar-benar matang untuk siklus empat tahunan di 2028 mendatang.
Ketua Panitia kegiatan, Anggi Jatmiko, atau yang akrab disapa Miko, menyampaikan bahwa kehadiran alumni di ruangan ini berfungsi sebagai "cermin" bagi fakultas. Melalui diskusi ini, dosen dan pengelola prodi dapat mendengarkan langsung kompetensi apa yang paling dibutuhkan di dunia kerja namun belum tersentuh di bangku kuliah.
"Alumni itu sebagai cermin kita. Mereka duduk bareng di kelas, belajar sesuai kurikulum yang kita rancang, dan kemudian bekerja. Di sinilah kita akan tahu di mana kekuatan dan bagian mana yang kurang dari kurikulum kita," jelas Miko di hadapan para peserta.
Pertemuan tersebut ditutup dengan sesi diskusi kelompok di mana setiap program studi mulai memetakan ulang profil lulusannya. Harapannya, melalui narasi dan data yang terkumpul, FDK UIN Sunan Kalijaga tidak hanya melahirkan lulusan yang cakap secara akademis, tetapi juga adaptif dan memiliki daya juang tinggi di tengah dinamisnya arus zaman. (prfdk)