Dilihat 0 Kali

02_795_WhatsApp Image 2026-08-10 at 08.58.57.jpeg

Senin, 10 Agustus 2026 14:03:00 WIB

Mahasiswa FDK UIN Sunan Kalijaga Ikuti Dialog Antar-Iman 35 Tahun Interfidei

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga hadiri forum diskusi publik bertajuk "Dialog Antar-Iman untuk Keadilan, Kemanusiaan, dan Perdamaian" pada Sabtu (8/8/2026). Pertemuan yang diselenggarakan oleh Institut DIAN/Interfidei dalam rangka memperingati 35 tahun perjalanannya sejak berdiri pada 1991 tersebut menjadi ruang belajar bersama lintas generasi dan lintas iman.  

Kehadiran para mahasiswa dalam forum ini bukan sekadar memenuhi undangan lembaga, melainkan bentuk keterlibatan aktif generasi muda dalam membangun kohesi sosial. Melalui dialog publik ini, berbagai persoalan kebangsaan seperti kebebasan beragama, pendidikan karakter, hingga keadilan sosial dibahas secara terbuka dan inklusif.Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga memandang keterlibatan mahasiswa dalam perjumpaan lintas iman sebagai langkah strategis dalam pembentukan karakter akademisi yang inklusif.

 Wakil Dekan III FDK UIN Sunan Kalijaga, Muhsin, menegaskan bahwa undangan dari Interfidei merupakan peluang berharga untuk memperkuat kerja sama lembaga sekaligus memperluas wawasan keagamaan mahasiswa.  "Fakultas Dakwah ini memiliki kekuatan untuk bekerja sama karena secara khusus Fakultas Dakwah ini diundang oleh Interfidei. Nah, ini merupakan sarana untuk pendidikan moderasi beragama bagi mahasiswa," ujar Muhsin.  Bagi mahasiswa, keterlibatan langsung di ruang dialog memberikan pemahaman mendalam yang tidak didapatkan hanya melalui teori di ruang kelas.

 Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) FDK UIN Sunan Kalijaga, Mawaddatul Nuril Umami, mengungkapkan bahwa dialog antar-iman membantu mahasiswa mengasah kepekaan empati dan rasa saling menghargai di tengah keragaman masyarakat."Keterlibatan kami di sini menjadi ruang belajar yang nyata. Moderasi beragama bukan sekadar materi perkuliahan, melainkan sikap hidup untuk saling menghargai dan bekerja sama saat kita berjumpa langsung dengan saudara-saudara dari berbagai latar belakang iman," tutur Mawaddatul Nuril Umami.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FDK UIN Sunan Kalijaga, Rizqi Muhammad Nur Akmal, menekankan pentingnya peran perwakilan mahasiswa dalam merawat perdamaian dan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan lintas agama merupakan kunci untuk menjawab berbagai tantangan sosial saat ini.

"Sebagai lembaga kemahasiswaan, kami melihat dialog ini sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi sekat, melainkan pijakan awal untuk bergotong royong menjawab persoalan masyarakat," kata Rizqi Muhammad Nur Akmal.

Melalui perjumpaan ini, dialog antar-iman terbukti bukan sekadar ruang perbincangan, melainkan jalan untuk membangun relasi yang setara dan memperkuat kepedulian antar sesama manusia. (prfdk)