Bentuk wujud komitmen bersama merawat ruang tumbuh anak di era digital Program Studi Magister Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sanggar Anak Alam (SALAM) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kerjas sama tersebut ditandatangani Kaprodi Magister PMI Sriharini dan Pengelola PKBM Salam Yudistira Ardian di Sekolah Sanggar Anak Alam (SALAM) di Nitiprayan, Yogyakarta, Rabu (9/9) pagi.
Kaprodi Magister Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sri Harini, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir mendampingi masyarakat merespons dinamika teknologi. Internet dan media sosial kini menjadi lanskap kehidupan nyata kedua bagi anak-anak yang tidak bisa dihindari, melainkan harus dikelola dengan bijak. "Kerja sama ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial di atas kertas. Penandatanganan nota kesepahaman diselaraskan langsung dengan aksi nyata melalui lokakarya Participatory Action Research (PAR) bertajuk pencegahan cyberbullying dan pembentukan ruang digital yang ramah bagi remaja", kata Sriharini.
"Ruang digital bukan ruang yang perlu kita hindari atau kita takuti, melainkan bagaimana kita manfaatkan dengan baik. Tugas membangun ruang digital yang ramah anak itu bukan tugas satu pihak saja, tetapi harus dilakukan bersama-sama oleh perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat," tutur Sriharini di hadapan siswa dan pengelola PKBM SALAM.
Sementara itu, Pengelola PKBM SALAM Yudistira Ardian mengapresiasi proses pemetaan potensi dan risiko internet yang dilakukan bersama para siswa melalui metode PAR. Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai dampak penggunaan dunia maya sangat penting agar para siswa dapat menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. “Ternyata kita bisa memetakan bahwa ternyata potensi dari penggunaan internet ini sangat beragam. Jadi harapannya teman-teman di sini nanti bisa lebih bijak lagi,” ujar Yudistira
Koordinator PKBM SALAM, Sumiyati, menyampaikan bahwa ancaman kekerasan berbasis siber sering kali hadir dalam bentuk yang samar. "Di ruang digital ini kan tidak mudah. Semoga dengan kegiatan ini anak-anak kami bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih baik terkait bullying dan kekerasan berbasis digital karena itu bisa jadi sangat tersembunyi," kata Sumiyati.
Melalui penandatanganan MoU ini, kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga dan SALAM diproyeksikan terus berlanjut dalam riset-riset aksi lanjutan serta pendampingan komunitas secara konsisten. Sebuah langkah kecil dari sudut perkampungan Nitiprayan untuk memastikan anak-anak tumbuh bijak, aman, dan berdaya di tengah belantara arus informasi digital.(prfdk)