Pemetaan kondisi fisik dan mental
mahasiswa sejak awal masa perkuliahan dipandang krusial, mengingat mereka
datang dari berbagai penjuru Nusantara dengan latar belakang serta kondisi yang
beragam. Untuk itu, FDK UIN Sunan Kalijaga, Poliklinik UIN Sunan Kalijaga, dan
Puskesmas Depok 3 menggelar program cek kesehatan gratis bagi mahasiswa secara bertahap
11-18 September 2026 di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
dr Diana Rismajani, salah satu anggota tim pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa pendataan ini penting untuk memetakan mahasiswa yang memerlukan perhatian atau penanganan medis lanjutan melalui fasilitas kesehatan BPJS. "Harapannya mahasiswa baru ini pada saat setelah dilakukan pemeriksaan kita punya datanya, dan mereka akan melakukan pengolahan terhadap pola hidupnya sehingga menjadi sehat," tutur Diana.
Inisiatif penyusunan profil
kesehatan ini berangkat dari kesadaran pimpinan fakultas akan pentingnya
kualitas sumber daya manusia dalam ekosistem akademik. Dekan FDK Arif Maftuhin menegaskan
bahwa ketahanan fisik dan mental dosen maupun mahasiswa merupakan pondasi utama
dalam menjaga kelancaran proses pembelajaran. "Kita selalu melihat bahwa
manusia, entah itu dosen entah mahasiswa, itu adalah modal sebuah bangsa.
Bangsa yang besar tidak mungkin kalau SDM-nya tidak sehat," tegas Arif
Bagi para mahasiswa baru, momen
ini menjadi kesempatan berharga untuk lebih memahami kebutuhan tubuh sendiri. Sigit
Prabowo, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI),
mengapresiasi langkah ini sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan hidup
yang lebih seimbang. "Dengan adanya pemeriksaan
ini kami jadi mengetahui dari diri kami apa yang lebih dibutuhkan, apa yang
harus dijaga, dan apa lagi yang harus diteruskan untuk hal-hal baiknya,"
ujar Sigit setelah pemeriksaan.
Manfaat serupa dirasakan oleh Ayu
Faidal Azati, mahasiswa KPI asal Pekanbaru, Riau. Selain memperoleh pelayanan
medis yang sigap, ia merasa terbantu dalam hal kelancaran administrasi
kesehatan di perantauan. "Pelayanannya sangat baik
dan sangat memuaskan. Terutama saya yang berasal dari Pekanbaru, Riau, itu saya
bisa memindahkan fasilitas BPJS ke Klinik UIN SUKA," kata Ayu. Kemudahan
ini memastikan akses pemantauan kesehatan lanjutannya dapat berjalan tanpa
kendala selama menuntut ilmu di Yogyakarta.
Proses pemeriksaan berlangsung
secara bertahap dan terstruktur. Petugas medis mengawali alur dengan pengukuran
antropometri—meliputi tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut—lalu
dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, golongan darah, hingga kesehatan
gigi. Rangkaian pemeriksaan ini juga mencakup skrining psikologi serta
konsultasi bagi mahasiswa melalui program upaya berhenti merokok. (prfdk)