Semangat kompetisi dan kebanggaan
mewarnai perjalanan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA
II PTKIN se-Jawa dan Madura yang berlangsung di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN
Gus Dur) Pekalongan 9-13 September 2026.
Dari berbagai cabang yang dipertandingkan, mahasiswa FDK berhasil menorehkan empat prestasi sekaligus, mulai dari juara 1 cabang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), juara 1 Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), juara 2 Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), dan juara 3 Pop Solo Islami.
Kabar baik pertama datang dari cabang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ). Fika Suni Salsabila, mahasiswa prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang tampil mewakili tim Fakultas Dakwah dan Komunikasi, berhasil membawa timnya menyabet Juara I. Tidak berhenti di MFQ, mahasiswa FDK kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui cabang Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Muhammad Satrio Mufid Mafendi mahasiswa prodi Bimbingan Konseling Islam dan Ilham Aulia mahasiswa prodi Manajemen Dakwah berhasil membawa UIN Sunan Kalijaga meraih Juara I.
Sementara itu, pada cabang
Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 30 Juz Putri, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga,
Hayyelana Fadela mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling Islam, berhasil meraih
Juara II. Prestasi mahasiswa FDK juga hadir melalui bidang seni. Ozy Qomar
mahasiswa prodi Bimbingan Konseling Islam berhasil menempati posisi Juara III
pada cabang Pop Solo Islami
Bagi FDK UIN Sunan Kalijaga,
prestasi di PORSI JAWARA II tidak semata-mata tentang siapa yang berdiri di
podium. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan
mahasiswa yang berani tampil, mampu berkompetisi, dan memiliki kepercayaan diri
untuk membawa nama almamater di ruang yang lebih luas.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan
dan Kerja Sama FDK UIN Sunan Kalijaga, Muhsin menyampaikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa yang telah membawa nama
fakultas dan universitas dalam ajang tersebut.
Menurut Muhsin, prestasi mahasiswa juga menjadi bagian dari dinamika kemahasiswaan yang terus dibangun di lingkungan FDK. Dukungan terhadap bakat dan minat mahasiswa diharapkan tidak berhenti pada satu kompetisi, tetapi dapat menjadi proses berkelanjutan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi berbagai ajang di tingkat nasional maupun internasional.
Empat capaian tersebut sekaligus
menjadi energi baru bagi sivitas akademika FDK UIN Sunan Kalijaga untuk terus
memberikan ruang bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensinya. Sebab, setiap
prestasi bukan hanya tentang medali yang dibawa pulang, tetapi juga tentang
proses belajar, keberanian untuk tampil, serta nama almamater yang ikut dibawa
ke panggung kompetisi. (Din/prfdk)