Dilihat 0 Kali

02_427_IMG_0807 (1).JPG
dr. Diana Rismani menyampaikan materi sosialisasi program Kampus Sehat

Kamis, 03 September 2026 10:16:00 WIB

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Gelar Sosialisasi Kampus Sehat

Siapa yang tidak ingin hidup sehat dalam mempersiapkan perkuliahan menyambut tahun ajaran baru? Sebuah kesadaran penting tentang kesehatan perlahan muncul di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis(3/9). Pertemuan awal semester (kick-off meeting) di  ARTOTEL Suite Bianti Yogyakarta yang biasa digelar untuk mematangkan persiapan akademis, kali ini juga diwarnai oleh refleksi mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental untuk sivitas akademika kampus .

Inisiasi mewujudkan lingkungan akademis yang lebih segar ini digulirkan melalui sosialisasi program Kampus Sehat oleh Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga. Dalam pemaparannya, dr. Diana Rismani dari Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga mengingatkan kembali pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga kesehatan di lingkungan kerja. Ia menyoroti pentingnya penerapan pilar-pilar kampus sehat, mulai dari pengelolaan sampah yang disiplin, penyediaan makanan sehat di kantin, hingga kawasan tanpa asap rokok. Dr. Diana secara khusus mengajak FDK untuk menjadi pelopor dalam gerakan ini.

dr. Diana menambahkan melalui pemaparan bertema Dosen Sehat, Perguruan Tinggi Hebat, menekankan pentingnya penerapan konsep Kampus Sehat sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang. Langkah ini tidak hanya mencakup pelayanan medis, tetapi juga pembentukan budaya hidup bersih, pola gizi seimbang, hingga perhatian pada kesehatan mental.

Selama ini, urusan kesehatan kerap dipandang sebatas ranah operasional klinik. Padahal, pimpinan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menerbitkan kebijakan yang mendukung lingkungan kerja yang sehat.

"Kampus sebenarnya punya kekuatan yang lebih untuk membuat kampus yang sehat," ujar dr. Diana Rismani. Menurutnya, gangguan kesehatan di kalangan pendidik bukan sekadar peristiwa tunggal, melainkan dampak terakumulasi dari gaya hidup dan tekanan pekerjaan.

Gayung pun bersambut. Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Arief Maftuhin, merespons positif ajakan tersebut dan menyatakan kesiapan fakultasnya untuk merintis komitmen sebagai fakultas sehat. Kesadaran akan pentingnya program Kampus Sehat ini langsung diwujudkan dalam langkah taktis berupa perencanaan anggaran pendukung.

"Saya baru sadar kalau ada program namanya kampus sehat dan ada beberapa universitas tadi yang sudah berkomitmen ya nanti kita usahakan kita juga berkomitmen menjadi fakultas sehatlah," tutur Arief hangat. Komitmen tersebut tidak berhenti sebagai wacana, ia pun langsung menginstruksikan timnya untuk mengintegrasikan program ini ke dalam alokasi anggaran yang sedang berjalan. "Segera. Karena hari ini kan sedang menggarap revisi anggaran, jadi itu harus segera dimasukkan karena ada duitnya," tambah Arief optimis.

Mewujudkan kampus yang sehat memang membutuhkan proses yang konsisten dan dukungan dari semua pihak. Melalui langkah awal yang diinisiasi oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini, harapan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan produktif kini bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah investasi nyata bagi masa depan generasi akademis yang unggul. (prfdk)