Langkah kaki Indana Zulfa pelan saja saat memasuki Ruang Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (15/9/2026). Mahasiswa baru Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) asal Cirebon itu menjadi satu dari 103 mahasiswa yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis hari kedua yang digelar fakultasnya bersama Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga dan Puskesmas Depok 3.
Di tengah antrean cek fisik—mulai dari antropometri, tekanan darah, gula darah, hingga kesehatan gigi—perhatian Indana tertuju pada sebuah sudut khusus: meja konsultasi psikolog. Bagi seorang perantau yang baru pertama kali tinggal jauh dari rumah, sudut ini menjadi ruang jeda yang dibutuhkan unuk menjaga kesehatan jiwa dan mental.
Indana Zulfa menjelaskan kadang merasa cemas ketika dosen memberikan tugas PPT atau makalah, terutama ketika belum mengetahui bagaimana cara membuat tugas tersebut. Karena baru pertama kali merantau, saya juga belum banyak mengenal teman dan masih merasa khawatir kalau harus pergi ke mana-mana sendirian.
"Kalau mulai merasa khawatir, saya biasanya menelepon orang tua atau sahabat-sahabat saya waktu SMA. Setelah itu saya merasa lebih tenang dan bisa menata hati kembali. Pelan-pelan saya belajar beradaptasi, baik dengan dosen, teman, maupun lingkungan sekitar," tuturnya.
Kecemasan yang dirasakan Indana bukanlah hal yang asing. Psikolog Puskesmas Depok 3 Yogyakarta, Elly Ervinawati, S.Psi., Psikolog, yang bertugas di meja konsultasi psikolog menyebutkan bahwa skrining mental ini dirancang justru untuk mendeteksi dini indikasi awal seperti depresi atau kecemasan.
"Dari beberapa mahasiswa yang sudah keluar hasil screening-nya, mungkin ada yang terindikasi depresi atau kecemasan. Kalau sudah jelas terdiagnosis ada masalah dalam kesehatan mental, kami sarankan untuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas terdekat demi mendapatkan layanan psikolog," jelas Elly.
Untuk menjaga pijakan mahasiswa tetap kokoh selama menempuh pendidikan, Elly berpesan agar mahasiswa tetap menjaga keselarasan hidup. Pencapaian akademik tentu krusial, tetapi kesehatan tubuh dan ketenangan pikiran adalah pondasinya.
Pemeriksaan kesehatan terpadu ini menjadi penanda komitmen FDK UIN Sunan Kalijaga dalam mendampingi langkah awal para mahasiswa. Sebab di balik riuh rendah tugas perkuliahan, ada jiwa-jiwa muda yang perlu terus dirawat agar tetap sehat, tangguh, dan berdaya. (Nid/prfdk)