Siapa yang tidak ingin hidup sehat dalam mempersiapkan
perkuliahan menyambut tahun ajaran baru? Sebuah kesadaran penting tentang
kesehatan perlahan muncul di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)
UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis(3/9). Pertemuan awal semester (kick-off
meeting) di ARTOTEL Suite Bianti
Yogyakarta yang biasa digelar untuk mematangkan persiapan akademis, kali ini
juga diwarnai oleh refleksi mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan
fisik dan mental untuk sivitas akademika kampus .
Inisiasi mewujudkan lingkungan akademis yang lebih segar ini
digulirkan melalui sosialisasi program Kampus Sehat oleh Klinik Pratama UIN
Sunan Kalijaga. Dalam pemaparannya, dr. Diana Rismani dari Klinik Pratama UIN
Sunan Kalijaga mengingatkan kembali pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga
kesehatan di lingkungan kerja. Ia menyoroti pentingnya penerapan pilar-pilar
kampus sehat, mulai dari pengelolaan sampah yang disiplin, penyediaan makanan
sehat di kantin, hingga kawasan tanpa asap rokok. Dr. Diana secara khusus
mengajak FDK untuk menjadi pelopor dalam gerakan ini.
dr. Diana menambahkan melalui pemaparan bertema Dosen Sehat,
Perguruan Tinggi Hebat, menekankan pentingnya penerapan konsep Kampus Sehat
sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang. Langkah ini tidak hanya
mencakup pelayanan medis, tetapi juga pembentukan budaya hidup bersih, pola
gizi seimbang, hingga perhatian pada kesehatan mental.
Selama ini, urusan kesehatan kerap dipandang sebatas ranah
operasional klinik. Padahal, pimpinan perguruan tinggi memiliki peran strategis
dalam menerbitkan kebijakan yang mendukung lingkungan kerja yang sehat.
"Kampus sebenarnya punya kekuatan yang lebih untuk
membuat kampus yang sehat," ujar dr. Diana Rismani. Menurutnya, gangguan
kesehatan di kalangan pendidik bukan sekadar peristiwa tunggal, melainkan
dampak terakumulasi dari gaya hidup dan tekanan pekerjaan.
Gayung pun bersambut. Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Arief
Maftuhin, merespons positif ajakan tersebut dan menyatakan kesiapan fakultasnya
untuk merintis komitmen sebagai fakultas sehat. Kesadaran akan pentingnya
program Kampus Sehat ini langsung diwujudkan dalam langkah taktis berupa
perencanaan anggaran pendukung.
"Saya baru sadar kalau ada program namanya kampus sehat
dan ada beberapa universitas tadi yang sudah berkomitmen ya nanti kita usahakan
kita juga berkomitmen menjadi fakultas sehatlah," tutur Arief hangat.
Komitmen tersebut tidak berhenti sebagai wacana, ia pun langsung
menginstruksikan timnya untuk mengintegrasikan program ini ke dalam alokasi
anggaran yang sedang berjalan. "Segera. Karena hari ini kan sedang
menggarap revisi anggaran, jadi itu harus segera dimasukkan karena ada
duitnya," tambah Arief optimis.
Mewujudkan kampus yang sehat memang membutuhkan proses yang
konsisten dan dukungan dari semua pihak. Melalui langkah awal yang diinisiasi
oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini, harapan untuk menciptakan lingkungan
belajar yang aman, nyaman, dan produktif kini bukan lagi sekadar impian,
melainkan sebuah investasi nyata bagi masa depan generasi akademis yang unggul.
(prfdk)